Dewan Kudus Kritik Proyek Pembangunan Jelang Hujan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Dewan Kudus Kritik Proyek Pembangunan Jelang Hujan

KUDUS – Pelaksanaan pembangunan fisik yang dilakukan oleh Pemkab Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mendapat kritikan dari DPRD setempat. Pasalnya, waktu kegiatan dilaksanakan saat mendekati musim hujan seperti bulan November ini. Dikhawatirkan, curah hujan akan mempengaruhi kualitas bangunan.

“Akan lebih baik kalau memang ada rencana pembangunan fisik itu dilakukan tengah tahun atau sebelum musim hujan. Kalau masuk musim hujan seperti sekarang kan bisa saja nanti mempengaruhi kualitas bangunan. Sebab bangunan belum kering sudah kena air hujan ,” kritik Dedy Prayoga, wakil ketua DPRD Kabupaten Kudus di ruang kerjanya, kemarin siang.
Menurut Dedy, berdasarkan pantauanya ada beberapa bangunan yang sudah hampir finishing, namun masih yang dalam kondisi terbuka sehingga terkena air hujan.
“Kalau yang sudah atap di atasnya mungkin sedikit pengaruhnya air hujan, tapi yang belum kan nanti kehujanan. Kualitas fisik kurang bagus bisa merugikan pelayanan masyarakat. Bangunan cepat rusak kan juga kontraktornya yang kena,” tuturnya.
Sebagai gambaran, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, melakukan proyek pembangunan di enam puskesmas dengan anggaran Rp 3,438 miliar. Dana itu juga untuk pembangunan 7 poliklinik desa yang tersebar di enam kecamatan. Ke enam Puskesmas itu yakni Puskesmas mejobo dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,765 M. Kemudian Puskesmas Rejosari sebesar Rp 1 miliar, rehabilitasi Puskesmas Dawe Rp 500 juta, rehabilitasi Puskesmas Bae Rp 299,97 juta, dan rehabilitasi Puskesmas Jati Rp 98,958 juta. Selain itu juga peningkatan Puskesmas Sidorekso dengan anggaran Rp 180 juta.
Sedangkan untuk pembangunan poliklinik yaitu Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Pladen (Jekulo) dan PKD Piji, Kecamatan Dawe semua nilainya sama yakni Rp195 juta. Sementara yakni Tergo (Dawe), Jetis Kapuan (Jati) dan Demangan (Kota) dananya masing-masing Rp 194 juta. Khusus untuk pembangunan Purworejo, biayanya ditengah-tengah sebesar Rp 194,6 juta. (sf)

Click to comment
To Top