Direksi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Shalat Minta Hujan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Direksi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Shalat Minta Hujan

SEMARANG, RAJA – Puluhan karyawan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, menggelar shalat Istisqa’ atau shalat meminta hujan di halaman kantor PDAM Tirta Moedal, Jalan Kelud Raya No. 60 Semarang, Rabu (4/11).

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Dra. Etty Laksmiwati menjelaskan shalat Istisqa ini dilakukan, karena terjadinya krisis air baku akibat kemarau yang mempengaruhi distribusi air bersih kepada pelanggan. “Kami berharap, dengan turunnya hujan maka diharapkan debit air baku di berbagai pelosok Kota Semarang bisa tersedia seperti semula dan krisis air bisa teratasi. Musim kemarau tahun ini, menyebabkan pasokan air baku di hampir semua sumber yang dikelola PDAM Kota Semarang mengalami penurunan debit hingga 25 persen,” ujarnya.

Dijelaskan, daerah yang mengalami gangguan distribusi air bersih tesebar di hampir seluruh wilayah Kota Semarang. Diantaranya, wilayah bagian timur seperti Klipang Pesona Asri, Gayamsari, Menjangan, Rogojembangan, Palebon, Sendangguwo, Tamansari Majapahit, Majapahit.

Sedangkan untuk wilayah bagian barat, seperti Wologito, Borobudur, Taman Sri Rejeki, Kumudasmoro, Lebdosari, Saptamarga. Untuk wilayah bagian utara, antara lain Kuala Mas, Tambak Mas, Semarang Indah dan wilayah selatan, daerah yang terdampak antara lain Karangrejo, Sendangmulyo, Bukit Kencana Jaya, Meteseh, dan Jomblang.

Sementara, untuk wilayah Semarang bagian timur dan bagian selatan mendapat aliran dari IPA Kudu. Saat ini IPA terbesar yang dimiliki PDAM Kota Semarang tersebut hanya berproduksi 500-600 Ips dari biasa yang mampu berproduksi 900-1.000 Ips. “Karena pasokan tidak stabil, debit air bersih yang didistribusikan menurun dan tekanannya pun berkurang. Akibatnya, daerah-daerah yang topografi wilayahnya lebih tinggi dan yang letaknya di titik terjauh dari pipa distribusi belum bisa terlayani dengan baik,” jelasnya.

Kondisi ini, diakuinya membuat perusahaan cukup kewalahan untuk mendistribusikan air dengan maksimal. Untuk menyikapi hal tersebut, lanjut Etty, pihaknya memberlakukan sistem secara bergilir guna mengkondisikan kuantitas air yang ada. “Sebagaimana jadwal secara bergilir, kami sesuaikan tekanan yang berbanding dengan geografis di wilayah pelanggan. Tekanan minimal air agar bisa mengalir adalah 0,5 ATM. Sedangkan dengan kondisi seperti ini untuk mengejar tekanan minimal tersebut, sangat sulit karena kontur wilayah yang berbukit dan dataran tinggi,” terangnya.

Menyadari ketidaknyamanan tersebut, menurut Etty, pihaknya telah menyiapkan kompensasi seperti dropping air bersih kepada pelanggan. “Dalam kurun dua bulan terakhir, PDAM Kota Semarang telah mengirimkan sebanyak 2.160 rit tangki air atau setara 10.800.000 liter air bersih. Selain itu, melakukan dropping tangki untuk wilayah-wilayah non pelanggan yang mengalami dampak kekeringan,” imbuhnya (Art)

loading...
Click to comment
To Top