KPK Periksa Rekan Dewie YL di Senayan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KPK Periksa Rekan Dewie YL di Senayan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi untuk perkara suap terkait usulan anggaran proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kabupaten Deiyai, Papua. Hari ini (5/11), penyidik kembali memanggil sejumlah rekan Dewie Yasin Limpo di komisi VII DPR untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Sejak pukul 9 pagi, telah hadir anggota Komisi VII DPR Jamaluddin Jafar dan sudah duduk di kursi lobi gedung KPK. Jamaluddin terlihat mengenakan kemeja berwarna hitam. “Jamaluddin Jafar diperiksa sebagai saksi untuk DYL,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Yuyuk menambahkan, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua anggota komisi VII lainnya. Yaitu, Kabag Sekretariat Komisi VII Rini Koentarti dan Tenaga Ahli Komisi VII Andi Arif Bahrun. Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk adik Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

Selain itu, KPK juga memanggil Kepala Seksi Keteknikan aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM (EBTKE) Ezron MD Tapparan dan Pegawai Ditjen EBTKE Erick Tadung.

Rabu (4/11) kemarin, penyidik telah memeriksa Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi sebagai saksi untuk Dewie Yasin Limpo. Diperiksa selama enam jam, Mulyadi mengaku dicecar penyidik soal rapat komisi bidang energi dan materi apa saja yang selalu dipaparkan Dewie Yasin selaku anggota komisi tersebut.

Seperti diketahui, Dewie Yasin Limpo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Deiyai, Papua. Penetapan tersangka itu setelah Dewie terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 20 Oktober lalu.

[NEXT-FAJAR]

Dewie bersama dua stafnya Rinelda Bandaso dan Bambang Wahyu Hadi diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Deiyai Iranius dan pengusaha Setiadi. Suap sebesar SGD 177.700 itu diberikan agar proyek pengembangan PLTMH senilai Rp 255 miliar bisa diusulkan masuk ke dalam Rancangan APBN 2016 di Kementerian ESDM.

KPK menyatakan bahwa uang yang ditemukan dalam kemasan keripik kentang pada saat OTT itu merupakan pemberian pertama kepada Dewie dan dua stafnya itu. Disebutkan, jumlah itu merupakan uang muka 50 persen dari total nilai commitment fee. Saat ini, lima tersangka telah ditahan di rutan yang berbeda-beda sejak 22 Oktober 2015. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top