Masyarakat Senang Desa Berkembang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Masyarakat Senang Desa Berkembang

KUDUS, RAJA – Dana desa membuat masyarakat Desa Jepang Pakis menjadi senang. Warga setempat tak lagi mengeluarkan iuran swadaya dalam memperbaiki infrastruktur desa. Seperti perbaikan saluran air dan perbaikan jalan desa.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Jepang Pakis, Sakroni di sela-sela kesibukannya. Bahkan Sakroni mengungkapkan bahwa jajarannya tidak lagi menarik iuran pada masyarakatnya. Mengingat besarnya dana desa.

“Peruntukan dana desa yang sudah dilakukan oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan) digunakan untuk perbaikan infrastruktur baik saluran maupun jalan. Sarana ini sangat membantu perekonomian warga kami yang 90 persen merupakan pengusaha konveksi,” katanya kemarin (4/11).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan dana desa yang pencairannya tinggal menunggu tahap III ini sangat terasa manfaatnya. Ia menyebut pada tahap satu (40 persen) sebesar Rp 121 juta, kemudian pada tahap II (40 persen) sebanyak Rp 134,3 juta. Dan kini tinggal menunggu pencairan tahap III (20 persen).

Selain bermanfaat, kata Sakroni, dengan adanya dana desa juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Desa yang di huni 7.454 jiwa itu memiliki mata pencaharian terbesar di bidang konveksi.

“Baik pakaian perempuan, anak, dan sebagainya juga pembuat tas yang selain memiliki pasaran lokal seperti Pasar Kliwon Kudus juga produk masyarakat kami terkenal hingga Pasar Klewer. Sebagian lain permintaan datang dari luar Jawa seperti NTT, Lombok, dan Bali,” jelasnya.

Kepala Desa yang kini membuka lowongan perangkat posisi Sekdes, Kaur Pembangunan, Keuangan, dan Kadus ini melalui dana desa ini Ia akan berbuat yang terbaik bagi masyarakatnya. Bahkan Ia terus menyemangati perangkat-perangkatnya dalam menyusun RPJMDes, pengadministrasian, hingga penyusunan pelaporan.

“Meski kini perangkat kami baru dua orang yang bisa komputer. Namun, kami optimis mereka bisa menjalankan tugas setelah mendapatkan Bintek dari BPMPKB pada 9-11 November mendatang. Perangkat kami akan saya minta serius dalam bintek tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya bawahannya, Sakroni juga terus belajar dalam memhami peraturan dan UU terkait dana desa. Ia optimis semua perangkatnya nanti bisa menjalankan setelah mendapat pelatihan tersebut.

“BPMPKB Kudus sangat membantu dalam menjalankan kegiatan ini. Semua akan bisa menjalankan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh belajar. Siapa pun bisa termasuk desa kami,” pungkasnya. (nr/*)

loading...
Click to comment
To Top