Polres Temanggung Tutup Paksa Penambangan Ilegal Kranggan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Polres Temanggung Tutup Paksa Penambangan Ilegal Kranggan

TEMANGGUNG, RAJA – Jajaran Kepolisian Resort Temanggung, Rabu (4/11) menutup paksa penambangan illegal yang berada di sebuah bukit kecil di desa Bengkal kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung. Aparat juga mengamankan satu orang pengelola penambangan serta satu unit alat berat dan truck pengangkut batu.

Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Suharto yang memimpin penutupan lokasi penambangan mengatakan kasus ini bermula dari informasi warga yang melihat adanya kegiatan  penambangan dengan menggunakan alat berat atau bego, hari Senin lalu, setelah kita dalami ternyata penambangan tersebut illegal atau tanpa ijin. “ijin penambangan ini hanya melalui warga, melalui kelurahan namun ijin resminya belum ada, harusnya  perizinan sampai ke pemprov, jadi ini illegal terpaksa kami tutup,” katanya.

Suharto menambahkan karena penambangan ini menyalahi aturan, pengelola yang bernama Anang Maryanto (31) warga Desa Pakunden, Ngluwar, saat ini diamankan bersama barang bukti berupa satu unit alat berat (bego) dan satu unit dum truck yang digunakan untuk menganggkut batu. “Pelaku bisa kita jerat dengan UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubaru. Yaitu siapa saja yang melakukan penambangan tanpa adanya IUP (Izin Usaha Pertambangan), Ijin Penambangan Rakyat (IPR) atau IUPK (Ijin Usaha Pertambangan Khusus) akan terancam pidana kurungan maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar,” terangnya.

Pihaknya masih akan melakukan penelusuran dan mewawancarai saksi juga pemilik lahan. Juga pejabat setempat akan kami mintai keterangan. Pejabat seperti kades juga RT/RW bahkan bukan tidak mungkin nantinya akan menjadi tersangka karena memberi izin praktek tambang illegal.

Sementara itu pengelola tambang yang diamankan oleh petugas, Anang Maryanto, mengaku sebelum melakukan aktivitas penambangan sudah terlebih dulu meminta ijin kepada perangkat desa baik dari tingkat rt, rw hingga kelurahan, bahkan untuk memuluskan aksinya  dirinya telah menyetorkan sejumlah uang untuk kas RT dan RW. “Untuk kas RW saya kasih Rp5 juta, untuk  kas RT2 juta, sebanyak 3 rt. Untuk  keluruhan saya janjikan Rp1 juta perminggu,“ katanya.

Anang  menagaku  aksi penambangan dengan dibantu warga setempat, dan baru sehari melakukan penambangan, itu pun baru mendapatkan 3 rit. Namun belum sempat menjual dan menikmati uangnya karena sudah diketahui polisi. Untuk satu truk batu, Anang rencananya akan menjual dengan harga Rp300 ribu.

Lahan seluas 2.200 meter persegi tersebut menurut Anang merupakan milik Muhdiron, Muhroni dan Utami. Ketiganya adalah warga setempat yang telah memiliki kesepakatan dengan Anang. (din)

loading...
Click to comment
To Top