Sejumlah Siswa dan Guru PPL SDN Salatiga 08 Kesurupan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Sejumlah Siswa dan Guru PPL SDN Salatiga 08 Kesurupan

SALATIGA, RAJA – Sembilan siswa dan satu guru PPL di SD Negeri Salatiga 08, Domas, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga mengalami kesurupan, Selasa–Rabu (3-4/11).

Peristiwa ini akhirnya membuat geger pihak sekolah maupun wali murid. Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh anak didiknya lebih awal dari hari biasanya.

Langkahnya ini untuk mengantisipasi agar kesurupan itu tidak menular ke siswa maupun guru yang lain. Dugaan yang muncul, kesurupan ini dikaitkan dengan pembangunan resapan (septitang) di komplek sekolah tersebut.

Informasi yang dihimpun Rakyat Jateng, Selasa (3/11) pagi kemarin, saat jam pelajaran sekolah berlangsung, tiba-tiba ada salah seorang siswa Kelas V berteriak-teriak histeris. Melihat kejadian aneh ini langsung membuat geger siswa Kelas V. Lalu, dua siswa yang lain di Kelas V ini juga mengalami hal yang sama. Kejadian ini membuat bingung dan panik para guru dan karyawan.

Bahkan, Siti Nurhayati, salah seorang guru praktek pendidikan lapangan (PPL) dari UKSW Salatiga yang berusaha menolong siswa yang kesurupan, akhirnya ikut menjadi kesurupan. Kemudian pada Rabu (4/11), kesurupan itu berlanjut hingga menimpa lima siswa di Kelas V juga. “Para siswa Kelas V yang kesurupan itu, selain berteriak-teriak dengan histeris juga ada yang menangis, serta menari-nari seperti atraksi jaran dor atau kuda lumping. Bahkan, mereka itu seperti tidak sadar dengan apa yang dilakukannya itu,” kata Desta (9) siswa Kelas IV SDN Salatiga 08.

Sementara, untuk menangani dan mengatasi para siswa yang kesurupan ini, pihak sekolah langsung mendatangkan seorang kyai untuk membacakan doa-doa. Usai berdoa dan reda, pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan lebih awal seluruh siswa di SDN Salatiga 08. ”Seluruh siswa langsung dipulangkan lebih awal setelah kesurupan itu reda atau tenang. Saat itu, ada seorang kyai yang sengaja dihadirkan di sekolah,” tandas Agnesta, yang juga mahasiswa PPL dari UKSW atau lebih sering disebut guru praktek. (hes)

loading...
Click to comment
To Top