Tanah Bengkok Terkena Pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tanah Bengkok Terkena Pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga

SEMARANG – Pembangunan jalan tol Semarang-Solo, Seksi III Bawen-Salatiga yang melintasi wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ternyata masih menyisakan masalah. Salah satunya, masalah ganti rugi lahan atau tanah eks bengkok yang selama ini ‘digarap’ kepala dusun (kadus). Pasalnya, ganti rugi lahan tersebut belum diterima oleh kadus yang lahan bengkok tersebut terkena proyek pembangunan jalan tol itu.

Kepala Dusun (Kadus) Nalen, Sugiyarto menyatakan, bahwa pihaknya sama sekali belum menerima dana ganti rugi setelah lahan atau tanah bengkok yang selama ini digarapnya terkena pembangunan jalan tol tersebut. Hal ini menjadi pertanyaan, mengapa proyek sudah dikerjakan, namun masalah ganti rugi belum juga terselesaikan.
“Saya selaku kepala dusun (kadus) dan selama ini mendapat tanah garapan (bengkok) namun setelah tanah bengkok terkena proyek pembangunan jalan tol, sama sekali belum menerima ganti rugi,” terang Sugiyarto kepada Rakyat Jateng, Kamis (5/11).
Ditambahkan, sebelumnya pernah ada pertemuan di kantor Desa Watuagung, dalam pertemuan itu salah satunya membahas ganti rugi tanah bengkok terkena proyek jalan tol. Namun, hal itu dengan surat kuasa kepada kepala desa (Kades) Watuagung. Dengan surat kuasa itu, Kades Watuagung berjanji akan memintakan kompensasi ganti rugi kepada PT PP (Pembangunan Perumahan).
Sementara, Kepala Desa (Kades) Watuagung, Heryu Cahyono membenarkan jika kadus yang tanah bengkoknya terkena proyek tol, pihaknya yang membantu mengurus ganti ruginya. Karena, telah ada surat kuasa dari kadus yang dipegangnya. Dana ganti rugi keseluruhannya mencapai Rp 130 juta namun hingga kini baru diterima sebesarRp 55 juta.
“Sampai sekarang memang penyerahan ganti rugi belum selesai tuntas. Pasalnya, kami baru menerima Rp55 juta dan ini masih sebagai uang muka. Jika nantinya telah dibayarkan semuanya, maka akan langsung kami bagikan kepada yang berhak menerima. Sekali lagi, dana Rp55 juta itu masih di tangan saya dan saya berani mengambil/menerima karena diberikan surat kuasa,” tandas Heryu Cahyono kepada Rakyat Jateng (Grup Fajar) ketika ditemui di kantornya. (hes)

loading...
Click to comment
To Top