Bertemu Menristek dan Dikti, Alwi Hamu Bahas Pengembangan Teknologi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Teknologi

Bertemu Menristek dan Dikti, Alwi Hamu Bahas Pengembangan Teknologi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua  Umum Institut Lembang Sembilan (IL9) HM Alwi Hamu menyambangi kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti), Jum’at (6/11). Rombongan IL9 ditemui langsung oleh Menristek dan Dikti, Muhammad Nasir di ruang rapat lantai 10 Kantor Kemenristek dan Dikti.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu, diawali dengan pemberian cinderamata berupa beberapa buku “Rumusan Rembuk Nasional Kebangsaan Percepatan Pembangunan untuk Indonesia Maju” yang diterbitkan oleh Institute Lembang Sembilan yang diserahkan langsung oleh Alwi Hamu kepada Muhammad Nasir. Setelah itu, dilanjutkan dengan perbincangan serius mengenai pengembangan teknologi.

Alwi Hamu yang juga CEO Fajar Group sempat menjelaskan sedikit awal mulanya terbentuk IL9 pada tahun 2004 silam. Nah, salah satu tujuan terbentuknya IL9 adalah memfasilitasi dan menciptakan suatu teknologi yang dapat dimanfaatkan khalayak.

“Saat ini kami tengah memfasilitasi dan menciptakan pesawat tanpa awak (drone, red) dan sudah dipamerkan. Hasilnya, banyak perusahaan-perusahaan yang tertarik untuk membeli produk tersebut,” jelas Alwi Hamu.

Selain itu, pihaknya juga kini tengah mengembangkan teknologi listrik prabayar yang lebih canggih dari yang saat ini digunakan. Sementara yang sementara berjalan adalah pengembangan radar 3 dimensi. “Khusus untuk radar 3 dimensi ini cukup canggih. Sudah pernah dites saat pelaksanaan APEC di Bali untuk memantau pesawat-pesawat yang ada,” tambahnya.

Dengan demikian, Alwi Hamu bertekad untuk mengubah mindset putra-putri Indonesia yang tengah menjalani pendidikan untuk tidak hanya berpikir untuk mendapatkan ijazah saja, tetapi juga harus bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat.

“Dulu kan pendidikan tinggi mindsetnya hanya mencari ijazah saja. Nah, saat ini kita coba mengubahnya untuk pengembangan teknologi. Dan kita akan terus mencoba melakukan hal-hal yang bermanfaat dengan maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Menristek dan Dikti, Muhammad Nasir sangat mengapresiasi apa yang telah dan akan dilakukan oleh Institute Lembang Sembilan terutama dalam pengembangan teknologi. Untuk teknologi drone Nasir tidak memungkiri bahwa alat tersebut pasti sangat dibutuhkan, terutama Kementerian Perhubungan.

“Perhubungan kalau menggunakan teknologi ini sangat membantu untuk melakukan pemantauan. Ini sangat penting dan terimakasih pada IL9 khususnya menyangkut pengembangan drone. Paling tidak sudah ada pergerakan untuk perbaikan. Tapi, untuk pembuatan drone, kedua drone kalau bisa yang daya jangkaunya lebih dari 100 km agar bisa memantau lokasi-lokasi yang sulit terjangkau karena jarak tempuh yang terlalu jauh. Penggunaan Drone ini juga harus dimiliki oleh seluruh pantai-pantai luar sebagai alat pemantau,” kata Nasir.

Untuk teknologi radar 3 dimensi juga sangat dibutuhkan Kementerian Perhubungan tentunya bekerjasama dengan Lembaga Penerangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk mempersiapkan setelit yang akan digunakan. “Nanti tim-tim peneliti yang lakukan, tapi harus juga ada inovasi-inovasi baru agar bisa semakin dikembangkan teknologi ini,” jelasnya.

Terkait dengan teknologi listrik prabayar, pihaknya mengakui masih akan melakukan pembahasan dengan pihak-pihak terkait. Pasalnya, untuk penghitungan biaya listrik prabayar ini dinilai masih amburadul. “Soal listrik prabayar nanti kita akan bahas. Soal penghitungan listrik prabayar yang kurang bener. Contoh saya punya Rp. 100 ribu tapi saya hanya dihitung Rp. 97.000, brarti ada selisih Rp 3000, nah itu untuk apa? Makanya nanti kita akan membahasnya,” tandas Menteri Nasir. (hrm)

 

Click to comment
To Top