Dewie Intens Usulkan PLTMH ke Menteri ESDM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Dewie Intens Usulkan PLTMH ke Menteri ESDM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini (5/11) mencecar anggota Komisi VII DPR Jamaluddin Jafar sebagai saksi bagi rekannya, Dewie Yasin Limpo yang kini menjadi tersangka penerima suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Deiyai, Papua.

Jamal yang diperiksa kurang lebih selama 8 jam di KPK, mengaku dicecar tentang rapat kerja di komisinya dengan Menteri ESDM Sudirman Said. Keluar dari gedung KPK sekitar pukul 20.00 malam, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, Dewie memang pernah mengusulkan pembangunan PLTMH di Kabupaten Deiyai dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan menteri ESDM. Jamal mengaku sempat merespon usulan Dewie.

“Saya tidak mendorong, saya merespon (usulan Dewie). Dan saya menyampaikan di situ ada potensi. Masa menyebut dapil saya, saya tidak merespon,” kata Jamal kepada wartawan di KPK.

Anggota Fraksi PAN DPR dari daerah pemilihan Papua itu menambahkan, setelah rapat kerja Komisi VII DPR pada 8 April 2015, dirinya tidak mengetahui lagi kelanjutan usulan Dewie ke Menteri ESDM Sudirman Said kala itu. Sebab, ia tak menanyakannya ke Kementerian ESDM.

“Saya enggak tahu. Tanya ke kementerian apakah ada (komunikasi). Enggak ada saya komunikasi,” ujar dia.

Dalam risalah rapat kerja antara komisi VII DPR dan Kementerian ESDM yang didapat JawaPos.com (Fajar.co.id Group), Dewie memang sempat mengajukan interupsi. Dia mengusulkan beberapa hal kepada Menteri ESDM Sudirman Said.

[NEXT-FAJAR]

Yaitu, terkait kunjungannya ke PT Freeport, pasokan listrik di Kalimantan dan Papua. Politikus Hanura itu meminta agar Kementerian ESDM memberi perhatian khusus kepada Kabupaten Deiyai Papua yang masih kesulitan listrik. Ia juga  mengusulkan pembangunan pembangkit listrik tenaga baru dan terbarukan di daerah tersebut.

Seperti diketahui, Dewie Yasin Limpo ditetapkan sebagai tersangka suap setelah terjaring  (OTT) KPK pada 20 Oktober lalu. Dewie bersama dua stafnya Rinelda Bandaso dan Bambang Wahyu Hadi diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Deiyai Iranius dan pengusaha Setiadi. Suap sebesar SGD 177.700 itu diberikan agar proyek pengembangan PLTMH senilai Rp 255 miliar bisa diusulkan masuk ke dalam Rancangan APBN 2016 di Kementerian ESDM.‎ (put/jpg)

Click to comment
To Top