Garap Album ‘Intersisi, Musikimia Saling Menantang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Garap Album ‘Intersisi, Musikimia Saling Menantang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Musikimia akhirnya merampungkan proses pembuatan album terbaru bertajuk Intersisi. Band yang empat personelnya merupakan anggota band Padi ini kini tengah mempersiapkan momen perilisan yang direncanakan awal tahun depan. Sebagai pemanasan, sebuah single ‘Dan Bernyanyilah’ dilepas beberapa waktu lalu.

Bicara soal album, grup yang diisi Fadly, Rindra, Yoyo dan Stephan Santoso ini menjelaskan bahwa Intersisi merupakan album yang penuh senyawa. Dimaknai sebagai penyatuan berbagai sisi berbeda dalam satu titik temu. Album ini mengusung keragaman unsur musikal mulai dari rock, pop, blues, metal, reggae, sampai dengan keroncong.

Untuk musik, Musikimia bergulat di studio dengan lima co-producer kenamaan yakni Gugun (GBS), Eben (Burgerkill), Bondan Prakoso, Nikita Dompas (Andien, Potret), dan Stevi Item (Deadsquad, Andra and the Backbone).

“Jadi kami saling menantang, bertukar ide dalam penggarapannya. Yang ini pengin ini, yang ini pengin itu, jadi kita harus berdiskusi,” kata Stephan Santoso, saat ditemui di kantor Sony Music Indonesia, Menteng, Jakarta, Jumat (6/11).

“Ini album dengan take paling berat, paling menantang bagi saya pribadi di vokal. Tapi album ini juga yang rasanya paling puas, salah satu album terbaik lah,” jelas Fadly.

Bukan hanya dari segi sound, band yang berdiri pada 2012 ini juga tak lupa memasukkan unsur kuat dari komponen lirik. Dari 10 lagu yang akan menghiasi Intersisi, beberapa lirik diciptakan oleh almarhum Franky Sahilatua, Iksan Skuter, hingga Sekar. Bercerita soal kehidupan, budaya, hingga kecintaan terhadap Tanah Air.

Artwork album juga tak luput dari perhatian Fadly dan kawan-kawan. Mereka menggodok ide bersama hingga didapat keputusan menggunakan teknik. Ambigram sebagai logo sampul album. Ambigran adalah sebuah kata, frasa, atau simbol yang ketika dilihat atau diinterprestasikan dari arah berbeda memiliki bentuk atau susunan yang sama.

“Selama ini belum ada di Indonesia ataupun di dunia yang menggunakan ambigram. Jadi kita memang mencari sesuatu yang baru,” kata Fadly. Album Musikimia – Intersisi sudah bisa dipesan melalui pre-order ekslusif di iTunes dalam format khusus “Mastered For iTunes,”. (ded/jpg)

Ragam

Garap Album ‘Intersisi, Musikimia Saling Menantang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Musikimia akhirnya merampungkan proses pembuatan album terbaru bertajuk Intersisi. Band yang empat personelnya merupakan anggota band Padi ini kini tengah mempersiapkan momen perilisan yang direncanakan awal tahun depan. Sebagai pemanasan, sebuah single ‘Dan Bernyanyilah’ dilepas beberapa waktu lalu.

Bicara soal album, grup yang diisi Fadly, Rindra, Yoyo dan Stephan Santoso ini menjelaskan bahwa Intersisi merupakan album yang penuh senyawa. Dimaknai sebagai penyatuan berbagai sisi berbeda dalam satu titik temu. Album ini mengusung keragaman unsur musikal mulai dari rock, pop, blues, metal, reggae, sampai dengan keroncong.

Untuk musik, Musikimia bergulat di studio dengan lima co-producer kenamaan yakni Gugun (GBS), Eben (Burgerkill), Bondan Prakoso, Nikita Dompas (Andien, Potret), dan Stevi Item (Deadsquad, Andra and the Backbone).

“Jadi kami saling menantang, bertukar ide dalam penggarapannya. Yang ini pengin ini, yang ini pengin itu, jadi kita harus berdiskusi,” kata Stephan Santoso, saat ditemui di kantor Sony Music Indonesia, Menteng, Jakarta, Jumat (6/11).

“Ini album dengan take paling berat, paling menantang bagi saya pribadi di vokal. Tapi album ini juga yang rasanya paling puas, salah satu album terbaik lah,” jelas Fadly.

Bukan hanya dari segi sound, band yang berdiri pada 2012 ini juga tak lupa memasukkan unsur kuat dari komponen lirik. Dari 10 lagu yang akan menghiasi Intersisi, beberapa lirik diciptakan oleh almarhum Franky Sahilatua, Iksan Skuter, hingga Sekar. Bercerita soal kehidupan, budaya, hingga kecintaan terhadap Tanah Air.

Artwork album juga tak luput dari perhatian Fadly dan kawan-kawan. Mereka menggodok ide bersama hingga didapat keputusan menggunakan teknik. Ambigram sebagai logo sampul album. Ambigran adalah sebuah kata, frasa, atau simbol yang ketika dilihat atau diinterprestasikan dari arah berbeda memiliki bentuk atau susunan yang sama.

“Selama ini belum ada di Indonesia ataupun di dunia yang menggunakan ambigram. Jadi kita memang mencari sesuatu yang baru,” kata Fadly. Album Musikimia – Intersisi sudah bisa dipesan melalui pre-order ekslusif di iTunes dalam format khusus “Mastered For iTunes,”. (ded/jpg)

To Top