Hak Politik Kaum Difabel Jangan Dibungkam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Hak Politik Kaum Difabel Jangan Dibungkam

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Penyelenggara Pilkada di Pangkep, diminta tidak mengabaikan hak politik kaum Disabilitas. Mereka sama sekali tidak pernah tersentuh kegiatan sosialisasi, terkait cara pemungutan suara.

Salah satu penyandang disabilitas di Kabupaten Pangkep, Harianto, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih kaum Disabilitas. Menurut dia, hak politik kaum Difabel tidak boleh diabaikan, sebab mereka juga warga negara yang memiliki hak politik dan harus disamakan dengan warga lainnya dalam menyalurkan hak politiknya.

“Kaum Difabel banyak yang golput, mereka tidak ada semangatnya terhadap politik,” ujar Hartanto beberapa waktu lalu.

Komisoner KPUD Pangkep, Muhammad Basir, mengaku kesulitan melakukan sosialisasi kepada kaum Disabilitas lantaran tidak memiliki komunitas di daerah ini. Jika tidak ada komunitas kata dia, pihaknya mengaku kegiatan sosialisasi tidak memungkinkan dilakukan, sebab pihaknya harus mendatangi satu per satu para kaum Difabel yang tersebar di 13 Kecamatan.

“Kalau punya komunitas, bisa saja dikumpulkan dalam satu tempat, sehingga tidak memakan biaya besar,” ujar Basir.

Basir mengaku, dirinya hanya menyasar pemilih pemula dan lembaga pemsayarakatan (Lapas) untuk melakukan kegiatan sosialisasi, sebab aksesnya sangat mudah. Walaupun demikian, Basir berjanji akan mempermudah para penyandang Disabilitas untuk menyalurkan hak politiknya saat hari pencoblosan.

“Jadi asa perlakuan khusus, KPU akan siapkan kursi roda, maupun pendamping,” ujarnya.

Sementara Komisoner KPU Pangkep Divisi Data, Aminah, membeberkan jumlah pemilih Disabilitas yang telah terdata di KPU Pangkep mencapai 431 pemilih, dengan kriteria tunadaksa 120 pemilih, tunanetra 63 pemilih, tunarungu 117 pemilih, tunagrahita 85 dan cacat fisik sebanyak 46 orang. Menurut Aminah, pihaknya akan berkoordinasi ke petugas PPS agar memberikan fasilitas dan kemudahan.

“Kemudahan diberikan agar mereka tidak terkendala dalam menyalurkan hak suaranya,” ujarnya.

Fasilitas yang akan diberikan kata dia seperti kertas suara huruf timbul sehingga mereka tetap dapat memilih dengan menjaga kerahasiaan. Selain itu kata Aminah, pihaknya juga menyiapkan kursi roda maupun mempermudah jika mereka ingin didampingi baik dari keluarga maupun petugas PPS yang betugas atas persetujuan Panwaslu.

“Ini yang sementara kami rapatkan di seluruh TPS,” bebernya.(Takdir/Dwiyani Prihatin)

loading...
Click to comment
To Top