Inilah ‘Buah’ dari Kata-Kata Raffi Ahmad yang Menghina Profesi Wartawan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Inilah ‘Buah’ dari Kata-Kata Raffi Ahmad yang Menghina Profesi Wartawan

FAJAR.co.id- Usaha presenter Raffi Ahmad meminta maaf kepada para jurnalis hiburan sepertinya belum seukses. Meski sudah bertemu langsung dewan pers dan memasang status di twitternya, Raffi tetap mendapat sangksi.

Alhasil, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tetap memberi sanksi tegas terhadap program Happy Show, Trans TV.

Melalui surat nomor /K/KPI/11/15, KPI telah memberikan saksi secara tertulis kepada program yang dipandu Tarra Budiman, Billy, Chand Kelvin, Wendy ‘Cagur;’, Denny ‘Cagur’, dan Raffi Ahmad itu pada Selasa (3/11). ”Terlepas ada ucapan minta maaf, sanksi tetap diberlakukan,” ujar Agatha Lily, komisioner KPI seperti dikutip dari indopos.co.id, Rabu (4/11).

Lilly begitu panggilan akrabnya menegaskan, aksi yang dilakukan menantu musisi blues, Gideon Tengker dalam memandu program Happy Show secara jelas melanggar profesi jurnalis yang dilindungi Undang- Undang No 40/1999. Dimana, dalam program Trans TV telah menayangkan percakapan antara Raffi dan Billy, “Ngariung itu bahasa apa sih?”, “Ngariung itu lagi ngumpul. Ni misalnya lagi dikejar-kejar lo giniin aja duit ni, wartawan kan…setiap orang kan pasti mata duitan. Pas lari ke sana gw tinggal tarik dan wawancara, kelar ni.” [NEXT-FAJAR]

KPI Pusat menilai percakapan ini tidak pantas untuk ditayangkan karena dapat menimbulkan ketersinggungan dalam masyarakat khususnya profesi jurnalis. ”Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas norma kesopanan dan penghormatan terhadap etika profesi,” paparnya.

Bahkan, upaya tersangka kasus narkoba di BNN yang belum di- SP3 ini dalam meminta maaf melalui Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Raya (PWI Jaya) itu tidak akan mempengaruhi kinerja KPI untuk memantau program tersebut. ”Kami apresiasi pengisi acara minta maaf. Tetapi dalam rapat pleno, kami tetap mengeluarkan aturan diberi sanksi. Silakan saja pengisi acara minta maaf. Sanksi tetap dilayangkan,” tegas peraih Magister Science Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) dengan predikat cum laude itu.

Sejatinya, sebelum Raffi melakukan kesalahan, KPI telah melihat adanya indikasi yang dilakukan para host dalam memandu program tersebut. Candaan yang dilakukan para host yang sempat memandu Yuk Keep Smile (YKS) di luar batas kewajaran. ”Kami belum berikan sanksi. Tetapi sebelumnya Kamis sudah berikan peringatan dan pembinaan . Karena program ini sudah mulai keluar dari koridor dan mereka merespon peringatan kita,” katanya.

Tentunya dengan adanya saksi secara tertulis kepada program Happy Show, Agatha menambahkan, dosa Trans TV dalam memberikan suguhan kepada pemirsa televisi semakin bertambah. ”Cukup banyak, tapi lebih pastinya bisa di cek di kpi.co.id. Selama ini candaan sering kebablasan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Agatha, jika Trans TV tidak bisa mengendalikan hostnya, pihaknya berharap setiap program yang disuguhkan tidak dilakukan secara live. ”Kalau tidak bisa mengendalikan hostnya. Jangan memilih secara live, karena ini berisiko,” tegasnya. [NEXT-FAJAR]

Sementara itu, Ichwan Murni, PR TransTV dalam mediasi yang dilakukan di Dewan Pers di Kebon Sirih, Jakarta Pusat mengaku telah memberikan briefing para artis. Namun kejadian tersebut memang di luar skrip. Secara tidak langsung kesalahan dilakukan Raffi Ahmad sendiri. ”Kita briefing dengan artis, ada tema kita kasih tahu ceritanya ke artis menggunakan skrip, dialog juga, tapi memang pas kejadian kemarin di luar skrip,” pungkasnya.

Raffi Berkali-kali Minta Maaf

Aktor sekaligus komedian muda Raffi Ahmad mendatangi Gedung Dewan Pers untuk kemudian menemui Ketua PWI Margiono, kemarin, (4/11). Di depan pentolan wartawan itu, Raffi berkali-kali meminta maaf atas banyolannya di sebuah acara live di televisi yang dinilai telah melecehkan profesi wartawan.

“Saya Raffi Ahmad menyampaikan permohonan maaf saya kepada insan pers dan pihak yang kurang berkenan. Saya mohon maaf atas kekhilafan saya pada Minggu 1 November 2015 lalu,” kata Raffi.

Dia melanjutkan bahwa sebenarnya tidak ada maksud untuk merendahkan profesi wartawan. ”Saya manusia biasa, enggak luput dari masalah,” imbuh suami Nagita Slavina itu.

Raffi pun mengaku bahwa dirinya bisa melambung sebagai selebritis papan atas karena dukungan dari media. Menurutnya, sejak 2001 banyak media yang memberikan support. ”Sahabat wartawan juga (mendukung, Red),” kata dia. (INPS/iqi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top