Polisi Tetapkan Kadis Perkebunan Sulbar Tersangka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Polisi Tetapkan Kadis Perkebunan Sulbar Tersangka

FAJAR.CO.ID, POLEWALI — Kasus dugaan korupsi Program Pengadaan Bibit Kakao Sambung Pucuk sumber anggaran APBD Provinsi tahun 2014 untuk seluas 100 hektare di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menyeret lima tersangka.

Kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao telar bergulir sejak dua bulan lalu, akhirnya Polres Polman menetapkan lima tersangka, Rabu, 4 November usai gelar perkara di Mapolda Sulsel, Senin, 2 November.

Kasus dugaan korupsi bahkan menyeret Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Supriyatno (S) selaku penguna anggaran (PA), tiga pengawai di Dinas Perkebunan Sulbar selaku Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) yaitu Abdul Aziz (AZ), Abdullah (AB), dan Nu’man (N), dan Hasanuddin (H) selaku pelaksana lapangan.

Polres Polman juga telah mengantongi Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulbar, ditemukan kerugiaan negara Rp374.402.500 dari sebesar pagu anggaran sekira Rp600 juta.

Kasat Reskrim Polres Polman, Iptu Jeifson Sitorus menjelaskan penetapan tersangka oleh Polres Polman setelah mengumpulkan empat alat bukti yaitu keterangan saksi-saksi, ahli, surat, dan petunjuk. “Petunjuk ini setelah mencocokkan keterangan saksi-saksi, ahli dengan surat, dan ada kekocokan. Idealnya untuk menjerat sebagai tersangka cukup dua alat bukti, akan tetapi kita miliki empat alat bukti,” ujar saat ditemui di ruangannya, Kamis, 5 November.

Menurut Jeifson, motif ditemukan para tersangka untuk memperkaya diri sendiri, juga adanya kekurangan volume pengadaan bibit serta mark up harga. “Jumlah dibayarkan tidak sesuai atau pembayaran terlihat lebih mahal daripada yang terjadi di lapangan,” tuturnya.

Dia menambahkan pasal yang disangkakan pasal 2 (1) atau pasal 3 subsider pasal 9 UU Nomor 31 Tahun 1999, dan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (TPK). Kasus dugaan korupsi tersebut bahkan menurut Jeifson bisa menyeret tersangka lainnya. “Kemungkinan masih akan bertambah, dan para tersangka kita akan panggil minggu depan,” katanya.

Pengungkapan kasus tersebut kata Jeifson, tentunya sebagai komitmen untuk menegakkan hukum di wilayah Polres Polman. “Ini juga peringatan keras bagi siapa pun, terlebih untuk kasus korupsi, sebab kita akan terus menelusuri kasus korupsi dengan kemampuan yang kita miliki,” tuturnya.(Ilham Wasi/ Dwiyani Prihatin)

loading...
Click to comment
To Top