Dari Debat Kandidat Walikota Bontang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Dari Debat Kandidat Walikota Bontang

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Demi kepentingan rakyat, pemerintah harus berani mengambil kebijakan. Termasuk harus berani mengambil risiko atas kebijakan yang diambil untuk kepentingan rakyat.

Begitulah salah satu kesimpulan yang mengemuka pada debat kandidat calon Walikota Bontang, Sabtu, 7 November. Pada acara yang berlangsung di Hotel ‎Sintuk itu, para kandidat memaparkan Visi misinya, penajaman, hingga saling bertanya untuk program lawan.

“Kapan seorang walikota atau kepala daerah tidak berani mengambil kebijakan, mengambil risiko untuk rakyat, maka pada saat itu, rakyat sama saja tdak memiliki pemimpin,” tegas Bunda Neni, kandidat Walikota Bontang nomor urut 2 usai debat kandidat yang berlangsung di Hotel Sintuk, Bontang.

Selain itu, kata mantan Ketua DPRD Bontang ini, pemimpin atau kepala daerah juga harus mampu membangun komunikasi politik dan komunikasi publik. Komunikasi politik diharapkan dibangun bersama kalangan DPRD sehingga mendukung program pemerintah. Bukan malah dengan menyalahkan DPRD sebagai penghambat pembangunan.

“Sering ada oknum yang memunculkan isu di masyarakat bahwa DPRD menghambat pembangunan. Padahal, mana bisa membangun jika DPRD tidak memberi dukungan. Karena APBD itu diketuk di dewan,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Sementara komunikasi publik, kata dia, mesti dibangun pemerintah atau kepala daerah dengan rakyatnya bersama stakeholder pembangunan lainnya. Sebab, dukungan mereka, partisipasi mereka terhadap pembangunan, itu juga sangat berarti.

“Komunikasi publik penting untuk melakukan pendekatan. Misalnya dalam kasus pembebasan lahan. Tanpa komunikasi publik yang baik, dukungan masyarakat sulit didapatkan,” ungkap Bunda Neni.

Ketika dukungan masyarakat tidak ada, kata dia, pada saat itulah muncul banyak kendala. Akibat‎nya, program pembangunan tidak berjalan baik. Muncullah sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) negatif yang begitu besar, seperti yang terjadi di Pemkot Bontang saat ini.

Bunda Neni lalu menjamin, semua program yang dipaparkan, bisa dilaksanakan dengan baik. Perhitungan rasional sudah dilakukan sesuai dengan kemampuan APBD Bontang.

“Insya Allah, bersama kami, Bunda Neni-Basri Rase, Bontang pasti lebih baik. Coblos nomor 2,” kata mantan anggota Komisi VII DPR RI ini memberikan closing statement. (*/mcn/hrm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top