Ical Copot Spanduk Agung – ZA, Yorrys: Sekarang Bikin Netral Aja… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Ical Copot Spanduk Agung – ZA, Yorrys: Sekarang Bikin Netral Aja…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rembuk nasional dua kubu di DPP Partai Golkar masih ada kerikil tajam. Salah satunya adalah upaya kubu Aburizal Bakrie menghilangkan baliho bergambar Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono bersama Sekjen DPP PG  Zainuddin Amali yang dipajang di aula Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat.

Spanduk berukuran 2×3,5 meter itu menggelantung di antara lantai 3 dan 4 kantor DPP. Pengurus DPP PG versi Ancol tersinggung dan layangkan protes. Suasana sempat tegang dan membeku, karena bertepatan dua kubu lagi menggelar rapat.

Beruntung kubu Ical menyadari kekeliruan. Setelah diprotes Agung, selang dua puluh menit, spanduk kembali dipasang.

“Spanduk tersebut pun telah terpasang ‎sejak setahun lalu usai penyelenggaraan Munas Ancol dan ditetapkannya kepengurusan Agung,” kata Sekjend DPP PG Ancol Zainuddin Amali, di kantor Golkar, Jumat (6/11)

Dia berharap tidak ada lagi penurunan spanduk bergambarkan dirinya dan Agung itu. Walaupun, Ical dan pengurusnya sudah berkantor kembali di DPP serta memiliki niatan memajang spanduk baru bergambarkan pimpinan Golkar Munas Bali.

“Boleh saja Pak Ical bikin‎, tapi jangan turunkan spanduk yang ada. Jadi kayak menjelang liga champions gitu,” ujarnya di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (6/11).

[NEXT-FAJAR]

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Golkar Yorrys Raweyai menilai bahwa peniadaan spanduk di aula kantor DPP Golkar itu perlu. Agar suasana Golkar di markas besar tersebut netral. Apalagi, Ical kembali berkantor di DPP itu. “Dulu waktu kita masuk, gambar Aburizal dibuang-buang. Sekarang bikin netral aja. Itu biar steril kosongin aja,” tutur dia.

Sebagai yang mengatasnamakan penyelamat partai Golkar, Yorrys sangat ingin suasana menjadi kondusif di kantor tersebut. Karenanya, unsur-unsur simbolis terkait siapa yang dilegalisasi perlu dihilangkan.

“Jadi, sekat-sekat psikologi saya mau jaga. ‎Harus memaafkan masa lalu dan berpikir Golkar ke depan bagaimana. Karena berorganisasi ini kan simbolis aja, kumpul, punya pemahaman yang sama, idealisme yangg sama, berjuang sama-sama,” tandasnya. (dna/JPG)‎

Click to comment
To Top