Sukses DSC, Wismilak Suguhkan Panggung PassionVille – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Sukses DSC, Wismilak Suguhkan Panggung PassionVille

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Setelah sukses dengan program penyediaan modal usaha bagi anak muda melalui  Diplomat Success Challenge (DSC), kini Wismilak Diplomat kembali menyiapkan panggung untuk para anak muda Indonesa. Adalah panggung bertajuk Big Bang PssionVille akan digelar di Yogyakarta.  DSC adalah ajang kompetisi wirausaha sedangkan PassionVille adalah festival  terbesar untuk menghargai passion atau kecintaan anak muda yang berkarya di bidang kreatif.
”Sekarang PassionVille sudah memasuki tahun ketiga. Hingga tahun 2015 ini kami telah melakukan tour melewati 100 titik di 25 kota, melibatkan 84 komunitas dari berbagai macam passion yang turut berpartisipasi,“ ujar Brand Manager Diplomat Mild, Christian, Minggu, 8 November.
Acara akan  digelar di Stadion Kridosono Yogyakarta ini akan menampilkan performance Iwan Fals. Sebelumnya acara serupa juga sudah digelar di Malang, yang menghadirkan SLANK pada tanggal 3 Oktober lalu. Berbagai komunitas anak muda hadir, mulai dari komunitas parkour, otomotif, pelukis mural, hingga card trick.
PassionVille merupakan rangkaian festival tahunan yang diinisiasi oleh Diplomat Mild sejak tahun 2013. Event ini bertujuan memberikan penghargaan untuk ‘passion’ pada pekerjaan. Mereka yang terpilih – disebut inspiring people, dihadirkan bersama karyanya, yakni anak-anak muda yang sukses membesarkan usaha kreatif dengan passion atau kecintaanya. Dalam festival ini anak muda yang berkunjung bisa mengikuti sharing session.
“Melalui PassionVille kami ingin semangat ini bisa ditularkan kepada semua generasi muda Indonesia,” kata Chief Board of Commissioner Wismilak  Diplomat Succes Challenge, Surjanto Yasaputera, yang akrab dipanggil Pak Sur.
Sedangkan DSC – Diplomat Success Challenge adalah kompetisi tahunan yang sudah berjalan sejak 2010. Pak Sur menjelaskan bahwa “Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha di Indonesia.” Ia menambahkan bahwa sampai penyelenggaraan ke – 6 di tahun 2015 ini, DSC telah menyaring ribuan peminat dari seluruh pelosok Indonesia. Peminatnya meningkat dari tahun ke tahun dan melonjak drastis tahun ini, yakni mencapai 6.000-an proposal. “Kami sangat gembira, karena lonjakan peminat ini menunjukkan usaha kami mendapat tanggapan positif,” ujarnya.
Peminat DSC – yang disebut challenger – diseleksi dengan ketat mulai dari awal yakni saat proposal yang didaftarkan secara online masuk ke meja panitia. Kompetisi kemudian berlanjut dengan serangkaian presentasi dan berakhir dengan tantangan memecahkan persoalan dalam simulasi bisnis. Dibanding program lain, keunikan kompetisi DSC adalah pada hibah permodalan. “Tahun ini kami berikan hibah modal total 2 milyar Rupiah, bukan pinjaman, agar pemenang bisa mewujudkan idenya secara nyata” kata Pak Sur.
Beberapa finalis DSC 2015 akan diperkenalkan kepada publik dalam event ini. Salah satunya, yakni Creta Cucu Abdullah (31 th) akan memberikan microphone yang merupakan hasil karya kepada Iwan Fals. Pria yang berdomisili di Yogya ini akan ditemani Ryan Pratama (29 th), pemenang DSC 2014, yang juga akan menghadiahkan cajon [dibaca KA:HUN] produksinya kepada sang musisi senior itu. Setelah setahun menjalankan usaha produksi cajon Ryan Pratama merasa bersyukur, ”Saya berterima kasih bisa mendapat bantuan modal sekaligus bimbingan usaha dari tim Wismilak DSC, sehingga usaha saya bisa berjalan relatif lancar,” ujar Ryan.
”Microphone dan cajun yang diberikan pemenang Wismilak DSC kepada Iwan Fals ini semoga membuat kaum muda Indonesia mengenal dan bisa menghargai karya anak bangsa sendiri,” jelas Pak Sur. Beliau menjelaskan lebih jauh bahwa jalannya kompetisi dan penjurian Program DSC 2015 juga akan segera tayang di jaringan TV nasional agar bisa disaksikan oleh masyarakat. ”Penayangan akan diawali di TV One, setiap hari Minggu jam 22.00 WIB mulai tanggal 15 November,” ujarnya.
Tidak jauh berbeda dengan DSC, PassionVille juga berhasil menarik minat anak muda untuk menggali talenta yang bisa menjadi inspirasi bagi generasinya. Meski masih berbeda dalam hal jumlah, peminat DSC sudah ribuan orang sementara PassionVille yang lebih muda baru melibatkan ratusan orang. “Kami sangat bangga dengan hasil kompetisi tahun 2015 ini. Tidak hanya secara kuantitas, kualitas peserta pun meningkat drastis. Hal ini membuktikan bahwa pesan PassionVille kepada anak muda Indonesia tersampaikan dengan baik, yakni agar terus berkarya dengan passion mereka,” lanjut Surjanto. (arm)
Click to comment
To Top