Warga Pindah Dukungan Karena Nebas Janjikan Perubahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Warga Pindah Dukungan Karena Nebas Janjikan Perubahan

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Perpindahan dukungan menjelang 9 Desember dari pasangan Adi-Isro ke Bunda Neni-Basri Rase terus terjadi. Selain kalangan relawan, komunitas motor, hingga pengusaha lokal Bontang ikut berpindah. Perpindangan dukungan ini, selain karena pasangan Nebas diyakini memenangkan Pilkada berdasarkan semua survey, juga karena pasangan nomor urut 2 ini memang menjanjikan perubahan.

“Banyak teman-teman yang tadinya mendukung nomor 1, sekarang berpindah ke nomor 2, termasuk teman-teman pengusaha. Itu karena mereka semua kecewa, selama lima tahun terakhir, Bontang tidak banyak kemajuan,” papar tokoh masyarakat Bontang, Kahar Kalam, pada salah satu acara deklarasi Relawan Nebas, baru-baru ini.

Menurut dia, ironi sangat terasa dalam pemerintahan lima tahun terakhir. Begitu banyak anggaran, tetapi hasil pembangunan tidak tampak. Berbeda dengan pemerintahan era Sofyan Hasdam sebagai Wali Kota Bontang, keterbatasan anggaran begitu terasa, tetapi hasil-hasil pembangunan begitu banyak yang bisa tampak dan nyata dirasakan masyarakat.

“Meski terbatas anggaran, kita punya rumah sakit, kita punya pelabuhan, jalan-jalan dibangun. Tapi lima tahun terakhir tidak ada yang terasa. Makanya sangat wajar masyarakat kecewa. Malah anggaran sampai Rp1,3 Triliun menjadi silpa atau sisa anggaran. Apa ini tidak bahaya jika dilanjutkan?” ungkapnya.

Ia pun berharap, momentum 9 Desember menjadi momentum bagi rakyat untuk mengganti wali kota. Ia berharap, Bontang dipimpin Nebas karena pasti lebih baik. “Kita pengusaha butuh pemimpin yang perhatian. Mari coblos nomor 2 karena nomor 2 pasti menang pada 9 Desember,” ucapnya.

(Baca juga: Yakin Menang, Relawan All Biker Dukung Nebas)

(Baca juga: Dari Debat Kandidat Walikota Bontang)

(Baca juga: SiLPA Bontang Rp 1, 3 Triliun, Uchok: Kepala Daerah Makan Gaji Buta…)

Sikap dan dukungan ke nomor urut 2 lanjutnya, karena mereka tidak lagi berpikir individual. Mereka berpikir Bontang agar lebih baik ke depan. Ia mencontohkan, ibu-ibu yang harusnya istirahat di malam hari, justru harus begadang untuk menunggui air mengalir untuk ditampung. Akhirnya mereka capek menunggu sampai subuh. Lebih capek lagi karena sudah ditunggui sampai subuh tapi tetap saja tidak mengalir.

“Pemimpin di pemerintahan ini, kalau tidak mampu melayani masyarakat, memberikan yang terbaik, melayani kebutuhan dasar, sebaiknya mundur saja. Berikan kepada Bunda Neni, karena Bunda Neni pasti bisa,” sindirnya.

“Untuk apa dilanjutkan kalau rakyat tidak sejahtera? Saudara-saudaraku yang di terminal, di pelabuhan, di pasar, mari bergabung di barisan pemenang, barisan yang akan membawa Bontang lebih baik, nomor urut 2 Bunda Neni-Basri,” ajak Kahar Kalam lantang.

Sementara itu, Adi Darma dalam debat kandidat Sabtu, 7 November, yakin masih akan dipilih masyarakat Bontang. Ia menegaskan siap melanjutkan apa yang sudah dilakukannya. “Kami akan melanjutkan apa yang sudah kami lakukan,” kata Adi Darma. (rls/ysd)

loading...
Click to comment
To Top