Basri Rase: Kami Janji Tidak Lapor Pengkritik ke Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Basri Rase: Kami Janji Tidak Lapor Pengkritik ke Polisi

FAJAR.CO.ID, BONTANG — Kandidat Wakil Walikota Bontang nomor urut 2, Basri Rase, berjanji jika terpilih kelak tidak akan mau melaporkan warga yang mencoba memberi masukan lewat kritikan. Pemerintah harus siap dikritik oleh warganya. Jika kinerja mereka memang buruk, sebaiknya membuka diri pada kritik.

“Bukan malah melaporkan ke polisi dengan tuduhan yang tidak-tidak. Saya pastikan tidak ada masyarakat atau kelompok yang dilaporkan hanya karena mengkritik pemerintah. Itu tidak benar,” katanya Senin 9 November 2015.

(Baca juga: Warga Pindah Dukungan karena Nebas Janjikan Perubahan)
(Baca juga: Bukti Pendukung Lawan Mulai Beralih Dukungan)

Mantan anggota DPRD Bontang ini menjelaskan, paradigma pemerintahan saat ini sudah berubah. Masyarakat memiliki hak untuk mengontrol dan mengawasi pemerintahan. Oleh karena itu, kata dia, jika masih ada pemerintah yang melaporkan masyarakatnya saat menyampaikan kritik, maka itu cara-cara orde baru.

“Cara-cara seperti itu sudah harus ditinggalkan. Sangat berbahaya bila dilanjutkan. Kami dating menawarkan perubahan,” tegasnya.

(Baca juga: SiLPA Bontang Rp 1, 3 Triliun, Uchok: Kepala Daerah Makan Gaji Buta…)
(Baca juga: Silpa Bontang 1,3 T, Bukti Pemerintah Tidak Becus Bekerja)

Pasangan Bunda Neni-Basri rase ini yakin bisa memenangkan Pilkada Bontang, 9 Desember mendatang. Alasannya, program-program yang ditawarkan Bunda Neni memang menjanjikan perubahan yang lebih baik. Terbukti, sudah banyak elemen masyarakat maupun komunitas yang terus menyampaikan dukungannya.

“Alhamdulillah, ini tanda-tanda baik. Teman-teman yang tadinya di sebelah, kini mulai berpindah ke kami. Ini kesyukuran yang luar biasa,” ungkapnya, Senin, 9 November.

Menurut Basri, pemerintahan ke depan, bukan hanya pemerintahan yang menjadikan perubahan yang pasti lebih baik. Akan tetapi juga menjanjikan keterbukaan. “Silahkan masyarakat mengawasi. Silahkan masyarakat mengoreksi. Kita sangat terbuka untuk itu,” katanya.

Sebab, kata dia, dirinya adalah mantan aktivis lembaga swadaya masyarakat yang terjun ke politik. Ia pun mengaku memahami persis keinginan-keinginan dan program penguatan masyarakat sipil yang dikenal dengan civil society.

“Jadi, 9 Desember nanti, masyarakat Bontang akan menentukan apakah mau ada perubahan atau tidak. Kalau senang dengan pemerintah sekarang silahkan , tapi untuk yang mau perubahan tentu tahu harus memilih yang mana,” tegasnya lagi. (rls/ysd)

loading...
Click to comment
To Top