Disini, Cabub Merasa Tidak Perlu Lapor Dana Pilkada. Katanya, Ini Juga Pengabdian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Disini, Cabub Merasa Tidak Perlu Lapor Dana Pilkada. Katanya, Ini Juga Pengabdian

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA–Para calon bupati ‎merahasiakan jumlah dana yang mereka keluarkan untuk biaya politik mengikuti pilkada. Mereka menyebut, ikut pilkada merupakan ruang pengabdian kepada masyarakat.

‎Cabub Sjahrir Sjafruddin Daeng Jarung, menjelaskan, dirinya tak perlu mengembalikan uang terlalu banyak karena modal yang dipakai tidak besar. Baginya, kampanye tidak terlalu signifikan dalam mendapatkan dukungan. Yang paling utama adalah keinginan masyarakat untuk memilih karena pertimbangan program yang ditawarkan, moral calon, dan faktor lainnya.

‎”Kalau Daeng Jarung tidak memaksakan. Sesuai dengan kemampuan diri saja. Kita kampanye tidak heboh-heboh amat,” katanya, Senin, 9 November 2015.

Ia menambahkan, kampanye bukan segala-galanya agar bisa dipilih masyarakat. Selain program, keseriusan calon juga menjadi nilai tawar bagi pemilih. Ia bahkan menyebut, calon yang heboh dengan biaya kampanye tinggi, harus siap-siap gigit jari. Sebab kampanye, peranannya tidak lebih dari 50 persen untuk menang.

“Di atas segala-galanya ada kekuasaan Allah. Saya yakin itu. Pemenangnya sudah ditentukan di laul mahfudz. Menjadi bupati bukan mencari pekerjaan dan gaji,” katanya.

Calon bupati Adnan Purichta Ichsan, juga enggan merinci biaya kampanye yang telah dikeluarkannya. Alasannya, sudah ada regulasi yang mengatur mengenai maksimal besaran yang dibolehkan.‎ Ia pun ingin menjadi dengan alasan pengabdian.

‎”Kalau terkait biaya kampanye, sudah ada standar dari KPU. Dan semua pelaporannya baik dana kampanye, dan apa saja dipakai, telah dilaporkan,” ujar Adnan malamm. Tadi.

Adnan menampik bahwa menjadi bupati untuk mengejar uang. Ia ingin melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya. Mengenai biaya sponsor, Adnan juga tak menyebutnya.

“Kalian juga tahu, kalau mencalonkan kepala daerah, bukan persoalan mengembalikan uang. Ingin menjadi bupati yang utama adalah pengabdian. Bukan berapa yang akan didapatkan. Muaranya untuk publik,” urainya.

Tiga cabup Gowa lainnya, tidak memberi tanggapan. Andi Maddusila Idjo tak aktif telepon seluler (ponsel) miliknya saat dihubungi. Djamaluddin Maknun dan Tenri Olle Yasin Limp tak merespon panggilan FAJAR.‎ (Ridwan Marzuki/Dwiyani Prihatin/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top