Soal Silpa Rp1,3 T, Arief: Bukti Perencanaan Tidak Becus, Bahaya Jika Dilanjutkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Soal Silpa Rp1,3 T, Arief: Bukti Perencanaan Tidak Becus, Bahaya Jika Dilanjutkan

FAJAR.CO.ID,  BONTANG — Sorotan terkait tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kota Bontang yang mencapai Rp1,3 triliun dalam empat tahun terus menuai sorotan. Aktivis LSM yang konsern pada anggaran publik mulai angkat bicara. Antara lain dari Solidaritas Pemantau (Sopan) APBD dan Perkumpulan Hubungan Masyarakat (PHM).

MH Arief dari PHM menilai, tingginya angka tersebut menunjukkan perencanaan Pemerintah Kota Bontang tidak becus. Akibatnya, pertanggungjawabannya juga bisa dipastikan juga tidak becus.

Kalau perencanaannya benar, kata dia, bisa dipastikan program tersebut akan berjalan dengan baik. Kalau program berjalan dengan baik, pasti SiLPA tidak setinggi itu.

(Baca juga: Bukti Pendukung Lawan Mulai Beralih Dukungan)

(Baca juga: Warga Pindah Dukungan karena Nebas Janjikan Perubahan)

“Tingginya SiLPA ini bukan hanya menunjukkan perencanaan yang tidak becus dari seorang walikota. Tahapan pembangunan lainnya, seperti pengawasan juga pasti tidak becus,” kata Arief yang diamini aktivis LSM lainnya A.L. Faisal.

[NEXT-FAJAR]

Ia malah curiga dengan tingginya SiLPA tersebut. Jangan-jangan, kata dia, Walikota main dengan bunga dari SiLPA. “Jangan sampai ada motif lain di balik tingginya SiLPA ini. Misalnya ada pihak-pihak yang ingin menikmati, sehingga sengaja dibuat tinggi. Akibatnya, kesejahteraan masyarakat diabaikan,” katanya.

Menurut Arief, kalau empat tahun saja sudah 1,3 triliun, bisa dibayangkan kalau pemimpin yang sama memimpin Bontang lagi, lima tahun ke depan. Bisa semakin tertinggal Bontang dan masyarakatnya makin dimiskinkan.

(Baca juga: SiLPA Bontang Rp 1, 3 Triliun, Uchok: Kepala Daerah Makan Gaji Buta…)
(Baca juga: Silpa Bontang 1,3 T, Bukti Pemerintah Tidak Becus Bekerja)

“Ini sangat berbahaya bagi masyarakat Kota Bontang  kalau dilanjutkan. Bontang harus berubah. Bontang harus mencari pemimpin baru yang bisa memastikan Bontang lebih baik,” kata Faisal diamini Arief.

Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk turun melakukan audit investigasi. Pasalnya, sekarang ini lagi pilkada. Jangan sampai bunga SiLPA digunakan untuk kepentingan politik. “Kita minta KPK untuk turunlah memeriksa masalah ini. Termasuk potensi money politics di Pilkada Bontang,” harapnya.

(Baca juga: Basri rase: Kami Janji Tidak Lapor Pengkritik ke Polisi)

(Baca juga: Ini Tanda Kemenangan menurut Bunda Neni-Basri Rase)

Apalagi, Kota Bontang merupakan kota industry. Oleh karena itu, potensi money politics-nya lebih besar. “Ini harus diantisipasi, agar masyarakat Bontang tidak salah pilih lagi. Harus pilih pemimpin yang tepat agar masyarakat Bontang bisa lebih sejahteran.

[NEXT-FAJAR]

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Zulkifli,  menjelaskan, kebutuhan anggaran belanja pembangunan selalu lebih besar di banding pendapatan daerah dari tahun ke tahun. Dengan pemahaman ini, ujarnya, penggunaan Silpa secara aturan telah sangat jelas dan tentunya berdasarkan perhitungan dan prinsip kehati-hatian.

“Meskipun secara ideal Silpa yang besar tidak dapat dikatakan sebagai sebuah prestasi, namun pada saat yang sama tidak dapat pula serta merta dinyatakan sebagai sebuah kegagalan dalam merealisasikan pembangunan. Karena pada prinsipnya Silpa akan dialokasikan kembali untuk pembangunan pada tahun berikutnya,” tuturnya, seperti dilansir Bontangpost.co.id. (rls/ysd)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top