Antisipasi Bencana, Ratusan Relawan Standby – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Antisipasi Bencana, Ratusan Relawan Standby

KUDUS – Mengantisipasi terjadinya bencana di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ratusan relawan yang sifatnya tanggap bencana sudah siap menjalankan tugas jika dibutuhkan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi bencana di wilayah setempat pada musim pancaroba dan musim penghujan mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan mengatakan setidaknya 150 rewalan yang terdata sudah siap jika diperlukan.
“Sebenarnya di setiap masing-masing kecamatan sudah ada banyak relawan. Namun yang terdata pada kami sedikitnya ada 150 relawanyang sifatnya tanggap bencana sudah stanby. Semuanya sudah siap jika dibutuhkan sewaktu-waktu,” katanya, Selasa (10/11).
Bergas menjelaskan sebelumnya para relawan tersebut sudah dilatih dalam menangani bencana yang dilakukan beberapa kali dan diantaranya pelatihannya bersama masyarakat yang berada di titik rawan bencana.
Sementara itu, tidak hanya menyiapkan para relawan, BPBD Kabupaten Kudus juga mengimbau masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Kota Kretek itu agar tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mengakibatkan banjir.
“Masyarakat bisa secara gotong royong membersihkan aliran sungai masing-masing dari segala jenis sampah. Selain itu juga masyarakat membuat lubang biopori sebanyak-banyaknya terutama pada wilayah cekung,” jelanya.
Menurutnya biopori tersebut cukup efektif dalam menyerap air yang tergenang untuk diserap oleh tanah. Dan itu bisa dilakukan oleh masyarakat yang berada di Kecamatan Jekulo, Mejobo, Undaan, dan Kaliwungu yang biasanya langganan banjir.
“Karena daerah tersebut dulunya merupakan cekungan yang memeisahkan selat muria dengan pulau Jawa. Selain itu masyarakat atas juga bisa melakukan antisipasi akan longsor melalui ilmu yang telah mereka dapatkan dari pelatihan yang telah kami lakukan. Salah satunya melihat tanda-tanda alam,” pungkasnya. (nr)

loading...
Click to comment
To Top