Pelestari Jampi Godog Kudus; Hilangkan Penyakit dengan Jampi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pelestari Jampi Godog Kudus; Hilangkan Penyakit dengan Jampi

KUDUS – Pelestari jampi godog asal Kudus, Atut Dihartomo, ini sudah banyak menyembuhkan banyak orang melalui racikan ramuan yang diwariskan keluarganya. Terbukti berkat pengalaman dan keahliannya sebagai penyembuh non medis itu mampu menyembuhkan banyak penyakit dari yang ringan hingga yang akut.

Atut Dihartomo atau yang akrab disapa Pak Atut ini dengan kecintaannya dalam melestarikan budaya yang satu ini pernah mendapatkan penghargaan dari Keraton Surakarta sebagai pelestari kebudayaan Jawa.
Usianya yang tak lagi muda, tak menyurutkannya menghasilkan jampi-jampi yang mujarab yang mampu membasmi banyak penyakit. Pria berusia 64 tahun ini mengembangkan ramuan warisan nenek moyang dari bahan-bahan tanaman yang telah disediakan oleh alam karunia Ilahi.
Selain berbekal ilmu yang mumpuni, Pak Atut tetap ikhlas mengabdikan dirinya pada masyarakat dengan jampi tradisionalnya di tengah gempuran perusahaan-perusahaan jamu yang ada.
Bahkan Ia tetap melangkah dalam meramu dan menjajakan jampinya tak pernah pasang tarif mahal pada mereka yang datang. Baginya mampu membantu kesembuhan sesama dengan jampinya merupakan kepuasan tersendiri baginya.
Ia menyebut, tanaman obat yang telah dikeringkan dan diracik sedemikian rupa bisa menjadi jampi yang ces pleng dalam menyembuhkan segala penyakit. Tak hanya penyakit ringan, dengan kepekaan yang dimilikinya akan penyakit dan khasiat tanaman yang diketahuinya mampu menyembuhkan penyakit-penyakit akut tanpa harus dioperasi cukup disembuhkan dengan meminum jampi buatannya.
“Pada dasarnya, setiap tanaman yang telah diciptakan Tuhan memiliki manfaat untuk menyembuhkan. Ada pula yang sebaliknya. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar meramunya. Dan terus belajar pada ahlinya,” katanya kepada Rakyat Jateng (Grup Fajar) belum lama ini.
Atut menuturkan, dalam menekuni keahliannya (Herbalis) telah banyak belajar dari banyak pakar herbal. Selain itu Atut yang juga memiliki basic dari sang bunda dalam mengenal jenis tanaman obat, juga rajin mengikuti seminar-seminar yang berkaitan tentang hal tersebut.
“Saya terinspirasi ibu saya yang selalu menjaga anak-anaknya tetap sehat dengan jampi tradisional kala itu saya masih kecil. Baru pada tahun 2008 dari panggilan hati saya membuka kedai jampi di depan rumah setelah didorong teman saya yang setelah mencoba jampi yang saya racik dan flek paru-parunya menjadi sembuh,” ungkapnya.
Melalui Kedai Jampi Zarisma yang buka di Jalan Bhakti, Burikan, Kudus dari jam 16.00 WIB hingga 22.00 WIB sedikitnya 40-50 orang datang untuk minum jampi godong maupun minuman jampi segar sehat buatannya.
Adapun minuman segar sehat terdiri dari wedang jampi (jahe), kunir asem, sari laos, teladewa (temu lawak dan alang-alang), dan susu kedele. Sedangkan jampi reguler yang dijajakan setiap harinya ada enam jenis.
Yakni, pegal linu, asam urat, kolesterol, diabetes, sehat perempuan maupun laki-laki, susut perut, serta penyumbat atau penurun darah tinggi. Selain jampi yang disediakan secara reguler atau dijual harian itu, juga dapat dipesan jampi untuk keluhan penyakit tertentu seperti lever, kencing batu, keputihan, stroke, penyumbatan pembuluh darah, ambeien, hingga flek pada jantung.
Lebih lanjut, Atut menyebut apa yang dijajakannya tersebut dengan istilah jampi dan bukan jamu. Menurutnya, jampi memiliki ruh yang suci dan orang menghargainya daripada jamu yang terkadang dikonotasikan negatif dan kurang berkesan.
Berbagai ramuan herbal yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut harganya cukup terjangkau. Bahkan diakuinya tidak memiliki efek samping karena komposisinya selain tidak mengandung bahan kimia sama sekali juga kadar negatif dari tanaman obat sudah dinetralkan dengan kadar tanaman obat lainnya.

Pemesan Jampinya dari Jakarta hingga Jatim

Atus Dihartomo cukup dikenal memiliki keahlian meracik ramuan warisan keluarganya. Dia sebagai pelestari jampi godok asal Kudus.
Terbukti berkat pengalaman dan keahliannya sebagai penyembuh non medis itu mampu menyembuhkan banyak penyakit dari yang ringan hingga yang akut.
Untuk pengobatan suatu penyakit, Atut tidak lantas meminta pelanggan untuk meminum jampi racikannya. Namun terlebih dahulu dia mensinkronkan dengan hasil penyembuhan medis.
“Setiap yang datang saya tanyakan apakah ada hasil rontgennya. Jika ada saya lantas memilihkan jampi yang tepat. Dulu ada yang sakit kencing batu. Lantas saya carikan ramuan yang mampu mengecilkan dari bentuk batunya secara perlahan jika diminum. Sehingga bisa sembuh tanpa rasa sakit,” paparnya.
Pria kelahiran 26 Desember 1951 ini juga sudah tergabung dalam Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (Aspetri) Kudus. Maka tak heran banyak yang mengakui kualitas jampi tersebut.
Kini, pemesan jampinya bahkan ada dari Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah sendiri. Adapun bahan yang Ia gunakan merupakan bahan lokal yang ada di kawasan Muria dan dibelinya dari DIY.

Terus Menimba Ilmu Herbal

MESKI sudah mahir melalui Aspetri di kotanya, Atut Dihartomo tetap terus menimba ilmu dari banyak ahli herbal. Baik tingkat Jateng maupun nasional. Seperti pekan lalu dia bersama anggota Aspetri mempelajari khasiat daun kelor yang memiliki banyak khasiat.
“15 November nanti kita juga akan mengadakan pembekalan untuk pembinaan dan peningkatan pengetahuan, serta ketrampilan SDM bagi para pengobat tradisional ramuan Indonesia dan masyarakat pecinta herbal di Kudus,” jelasnya.
Adanya Aspetri menjadikan para pengobat tradisional memiliki payung hukum. Selain itu agar bisa memenuhi kode etik pengobat herbal. Sehingga harapannya mereka punya hak uji kompetensi melalui LSK yang disahkan kementerian pendidikan. (NR)

loading...
Click to comment
To Top