Soal Pengangguran, Ini Cara Bunda Neni-Basri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Soal Pengangguran, Ini Cara Bunda Neni-Basri

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Status Bontang sebagai kota industri ternyata tidak membuat kota ini bebas dari masalah pengangguran. Justru, sejak berakhirnya masa jabatan Sofyan Hasdam sebagai Walikota Bontang, angka pengangguran terus meningkat.

Data menunjukkan, akhir periode Sofyan Hasdam, pengangguran hanya pada angka 2000-an. Sekarang ini sudah menyentuh angka 7000-an. Angka ini disadari karena pertambahan penduduk dan juga adanya pencari kerja dari luar Bontang.

Tingginya angka pengangguran ini membuat pemerintah harus bekerja ekstra. Pembukaan lapangan kerja harus bisa dilakukan agar jumlah pengangguran tidak terus bertambah. Bila tidak, bisa saja menimbulkan masalah sosial.

“Urusan pengangguran ini banyak terkait dengan keterampilan yang dimiliki. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan ini harus dilakukan. Sumber daya manusia yang ada harus yang terampil, sehingga siap pakai,” ujar Kandidat Wakil Walikota Bontang nomor urut 2, Basri Rase.

Menurut mantan anggota DPRD Kota Bontang ini, lonjakan pengangguran dalam empat tahun terakhir memang sangat wajar terjadi. Sebab, tidak ada upaya nyata dari pemerintah untuk menyiapkan SDM yang terampil. Salah satu indikatornya, kata dia, Balai Latihan Kerja (BLK) tidak difungsikan.

“Bagaimana tidak melonjak pengangguran, karena pemerintah tidak memiliki perhatian. Ada BLK sudah dibangun tapi tak pernah difungsikan. Pintunya selalu terkunci,” ujar politisi Partai Hanura ini.

“Kalau Bunda Neni yang memimpin Bontang, BLK ini akan difungsikan. Pelatihan akan digencarkan,” imbuhnya.

Basri menegaskan, ia banyak mendapat keluhan dari pengusaha Bontang. Mereka harus mengeluarkan banyak biaya untuk mengirim karyawannya melakukan pelatihan. Itu karena BLK yang tidak difungsikan.

“Ke depan, BLK ini akan kita optimalkan. Pelatihan keterampilan akan banyak digelar. Pelatihan kewirausahaan. Pelatihan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, dana bergulir Rp100 juta per RT akan disalurkan. Dana tersebut diharapkan bisa dikelola dengan baik, sehingga usaha kecil mikro akan menggeliat. “Kalau upaya ini bisa didukung dengan baik, pengangguran akan teratasi,” katanya sembari  menambahan, program-program Bunda Neni-Basri ini sudah didiskusikan dengan banyak kelompok masyarakat dan mendapat dukungan, sehingga ia yakin akan memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang. (*/mcn)

loading...
Click to comment
To Top