Tolong… DBD Sudah Telan 22 Nyawa di Balikpapan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Tolong… DBD Sudah Telan 22 Nyawa di Balikpapan

FAJAR.CO.ID,  BALIKPAPAN – Butuh respons serius dari aparat pemerintahan. Virus demam berdarah dengue (DBD) terus merenggut jiwa di Balikpapan. Tercatat sudah 22 orang meninggal hingga akhir pekan lalu sepanjang tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya mencatat 14 korban jiwa.

Seperti dilansir Prokal.co (Jawa Pos Group) dari kuantitas kasus, tahun ini lebih rendah ketimbang tahun lalu. 1.900 kasus lebih tahun ini, sementara tahun lalu mencapai 2.176 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan Ballerina mengatakan, saat ini status DBD adalah waspada. Belum masuk kategori KLB (kejadian luar biasa). KLB disematkan ketika terjadi peningkatan kejadian dua kali lipat lebih dari tahun sebelumnya. Artinya, dinyatakan KLB, bila jumlah meninggal di Balikpapan akibat DBD sebanyak 29 orang atau kurang 7 korban. Ballerina berharap pada November dan Desember tak ada lagi penambahan kematian.

Diskes sudah melakukan audit medis di lapangan untuk mengetahui penyebab  kenaikan jumlah kematian. Hasilnya, sebagian besar korban terlambat mendapat penanganan medis. Penyebabnya bisa karena terlambat membawa pasien berobat, bisa juga terlambat mendiagnosa DBD.

“Jika akarnya terlambat membawa pasien,  berarti pengetahuan masyarakat masih kurang. Perlu penyuluhan terus menerus. Akar terlambat mendiagnosa saya kira sudah tidak ada. Karena setiap pasien datang dengan keluhan demam, langsung kami laksanakan SOP (standar operasional prosedur) demam berdarah pada pasien,” tegasnya.

Ballerina menjelaskan, sebagian besar korban jiwa adalah anak-anak usia 5 -10 tahun. Sebab daya tahan tubuh mereka masih rendah. Sementara lokasi penyebaran kasus merata di seluruh Balikpapan. “Tidak ada satu lokasi yang paling endemik, semuanya merata,” imbuhnya.

Butuh antisipasi khusus datangnya musim penghujan. Diskes akan gencar memberi sosialisasi maupun langkah antisipasi penanggulangan DBD setiap saat. Baik itu musim hujan maupun kemarau melalui penyuluhan, pembagian bubuk abate, sampai fogging. (*)

loading...
Click to comment
To Top