Warga Bontang Tolak Pemimpin Pembohong, Korup, dan Nepotisme – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Warga Bontang Tolak Pemimpin Pembohong, Korup, dan Nepotisme

FAJAR.CO.ID, BONTANG — Pilkada langsung sejatinya menjadi ajang pengadilan rakyat bagi pemimpinnya. Mereka yang berhasil dan mampu memberikan pelayanan terbaik dan kesejahteraan bagi rakyat, layak diberi mandat melalui pemberian suara untuk melanjutkan kepemimpinannya. Sebaliknya, pemimpin yang zalim, pembohong, korup dan nepotisme harus diakhiri. Berbahaya jika dilanjutkan.

Untuk itu, kelompok non-government organization (NGO) dan tokoh masyarakat Bontang menggelar deklarasi pilkada jujur. Sebab, hanya melalui pilkada yang jujur, akan lahir pemimpin yang sesuai harapan masyarakat. Harapan masyarakat adalah pemimpin yang mensejahterakan, bukan pemimpin yang peragu, tak bisa mengambil keputusan, sehingga justru memiskinkan masyarakat.

(Baca juga: Daerah Lain Bisa Punya PTN, Bontang Kenapa Tidak Bisa?)

(Baca juga: Tolong… DBD Sudah Telan 22 Nyawa di Balikpapan)

“Kami ingin mengawal Pilkada Bontang yang sisa sebulan lagi agar berlangsung jujur sesuai asas pemilu. Pilkada yang jujur diyakini bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas dan sesuai harapan masyarakat Bontang,” ujar Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Pemantau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (Sopan APBD), Andi Faisal, yang menjadi inisiator deklarasi, di Kafe Football, Selasa, 10 November.

[NEXT-FAJAR]

Di sela deklarasi tersebut, ia bersama elemen masyarakat lainnya menegaskan, Gerakan Pilkada Jujur akan mengawal penyelenggara dan melakukan pengawasan terhadap tahapan Pilkada yang masih berjalan. Pengawasan ini akan dilakukan hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Karena ini deklarasi pilkada jujur, maka tentu kami secara tegas menolak pemimpin yang pembohong, korup, dan nepotisme dalam memimpin jalannya pemerintahan. Jujur itu, pasti lebih baik,” tegas Faisal.

(Baca juga: SiLPA Bontang Rp 1, 3 Triliun, Uchok: Kepala Daerah Makan Gaji Buta…)

(Baca juga: Silpa Bontang 1,3 T, Bukti Pemerintah Tidak Becus Bekerja)

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga Pilkada Bontang berjalan sesuai relnya. Bukan digiring untuk memihak atau menguntungkan kandidat tertentu. “Kami sebenarnya mengundang dua pasangan calon untuk hadir. Kami ingin mendengar komitmen mereka untuk bersikap jujur pada diri maupun pada pemerintahannya,” ungkapnya.

[NEXT-FAJAR]

Hasil deklarasi ini selanjutnya akan diserahkan ke penyelengara, baik KPU maupun Panwas agar sama-sama dijadikan rujukan komitmen bekerja. “Pilkada jujur akan tercipta kalau kalau penyelenggara juga netral, professional dan tidak memihak,” tegasnya.

“Mencari pemimpin yang jujur dan amanah mesti melalui proses yang jujur pula. Sebab, kapan dimulai dari proses-proses yang tidak benar, maka sulit berharap pemimpin yang jujur,” tambahnya.

(Baca juga: Basri rase: Kami Janji Tidak Lapor Pengkritik ke Polisi)

(Baca juga: Ini Tanda Kemenangan menurut Bunda Neni-Basri Rase)

Oleh karena itu, semua komponen masyarakat harus terlibat secara aktif untuk mengawasi pilkada berlangsung jujur. Kalangan masyarakat sipil harus membangun koalisi untuk mendorong pilkada jujur. Mengawasi penyelenggara dan mengajak masyarakat adalah hal penting untuk dilakukan.

[NEXT-FAJAR]

Perwakilan Kandidat Nomor 2, Bunda Neni-Basri Rase, Umar Gading yang hadir mendukung deklarasi jujur tersebut. Menurut dia, pasangan nomor urut 2 sangat menghargai gerakan Pilkada Jujur ini. Karena, pilkada ini memang harus jujur. Tidak boleh bohong, apalagi manipulasi. Penyelenggara juga harus begitu, bukan cuma kandidat.

(Baca juga: Warga Pindah Dukungan karena Nebas Janjikan Perubahan)

(Baca juga: Bukti Pendukung Lawan Mulai Beralih Dukungan)

“Kami sangat menghargai dan mendukung gerakan ini dalam rangka mengawal Pilkada Bontang berlangsung aman, lancar, damai, dan menghasilkan pemimpin yang pasti lebih baik agar masyarakat Bontang lebih sejahtera,” katanya. (rsl/ysd)

loading...
Click to comment
To Top