Fenomena Ustad-Ustadz Akhir Zaman yang Dikabarkan Rasulullah: Mereka Menjual Ayat-ayat Allah, Dan Berbicara Tanpa Ilmu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Samudera Ilmu

Fenomena Ustad-Ustadz Akhir Zaman yang Dikabarkan Rasulullah: Mereka Menjual Ayat-ayat Allah, Dan Berbicara Tanpa Ilmu

FAJAR.CO.ID—Saat ini kita umat manusia berada di akhir zaman. Tanda-tanda kecil akhir zaman semuanya telah berlalu, dan sekarang tengah berada pada fase transisi di gerbang tanda-tanda besar akhir zaman.

Saat ini, ada fenomena dari ustadz-ustadz yang bermunculan di layar kaca. Ustadz-ustadz komersil. Yang berbicara tentang hadits-hadits zuhud, tapi kemudian keluar ruangan syuting dengan pengawal dan naik mobil mewah. Dan dikawal manager keuangannya yang kerjanya melakukan kontrak ceramah dengan TV, dan media lainnya.

Mereka datang berceramah harus dibayar. Bayaran sedikit tak akan datang. Mereka meminta tambah. Jangan kalian mengira bisa mendatangkan mereka atas sebuah pengajian di RT kediaman kalian. Searcing saja di google, bagaimana mereka tawar-menawar harga. Dan berapa tariff mereka. Yang lebih parah, ternyata mereka ini adalah orang-orang dungu yang berbicara tanpa ilmu.

BACA: Maksud Firman Allah Menukarkan Ayat-Nya dengan Harga Murah

Kondisi tentang kedatangan mereka-mereka ini, telah dikabarkan Rasulullah saw, 1400 tahun lalu. Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah No. 1887).

Adapun firman Allah swt, yang berkaitan dengan perkara ini adalah di Al-Quran surah At-Taubah:

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.” (QS. At-Taubah, 9: 9).

Maksud firman Allah swt tersebut adalah mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan perkara dunia yang hina-dina ini. Contohnya, mereka menghafal Al-Quran dan Hadits, tapi bukan karena Allah swt. Tapi untuk dipamerkan dan menjadi terkenal, supaya mempunyai tariff dan diundang sebagai penceramah kondang. Dan kemudian mendapatkan uang, dan untuk memenuhi segala syahwat dunianya.

Akhirnya, anda akan menemukan isi ceramah mereka sesuai dengan orderan, entah itu orderan bisnis, orderan penguasa, dan lainnya.

Makanya tak heran ada orang yang disebut ustadz berceramah memisahkan kepemimpinan dengan agama. Bukankah jelas-jelas ceramanya ini telah menghalangi orang dari jalan agama Allah swt.

Apakah dia tidak membaca Al-Quran? Ataukah hatinya telah tertutup dan sesat? Sehingga Allah membiarkannya tersesat, dan terus tersesat. Maka bertaubatlah dengan segera, karena Rahmat Allah itu besar dan mengalahkan kemurkaan-Nya. Bertaubatlah wahai hamba Allah.  (editorial-*)

Click to comment
To Top