Hindari Motor di Depan, Truk Tronton Tabrak Pos Keamanan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Hindari Motor di Depan, Truk Tronton Tabrak Pos Keamanan

SEMARANG – Lantaran terlalu berat membawa beban muatan, truk tronton Mitsubishi B 9993 QZ Selasa (10/11) sore, menabrak sebuah bangunan pos penjagaan ruko Ungaran Square, Jalan Diponegoro No 745, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tidak ada korban jiwa dalam pestiwa ini, hanya saja sang sopir Budi Wahono harus mendapatkan perawatan intensif, lantaran kedua kakinya terjepit bodi depan truk yang ringsek.

Menurut penumpang truk tronton, Amri Budi Utomo (27), warga Grobogan, Jawa Tengah, dirinya hanya menumpang truk yang baru saja selesai mengisi muatan di pabrik roti Nissin, Ungaran. Setelah sampai di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Masjid Istiqomah, Ungaran, secara tiba-tiba sopir langsung membanting arah kemudi ke kiri.
“Saya bukan kernet, saya hanya numpang dan hendak pulang ke rumah. Saya tidak tahu siapa nama sopirnya, setahu saya hanya kenal biasa, karena sering muat roti di pabrik roti Nissin,” terang Amri.
Sejak keluar dari pabrik, truk bermuatan roti tersebut berjalan biasa, setibanya di depan Masjid Istiqomah, sopir mengurangi laju truk tronton tersebut. Namun lantaran di depan nampak sepeda motor berhenti karena lampu jalan menyala merah, dengan cepat sopir langsung membelokkan arah ke kiri hingga menabrak pos keamanan ruko Ungaran Square.
“Keluar dari pabrik itu jalannya biasa saja, kira-kira seratus meter dari lampu pengatur lalulintas, sopirnya berteriak “wah mas”, langsung banting setir ke kiri, soalnya banyak banget sepeda motor berhenti karena lampu menyala merah,” kata Amri.
Sementara itu menurut saksi mata lainnya, yang juga merupakan petugas keamanan ruko Ungaran Squeare, Supriyanto, truk tersebut diperkirakan mengalami gangguan pada sistem pengereman (rem blong), lantaran tidak ada bekas goresan ban di aspal dan kejadiannya sangat cepat sekali.
“Menurut saya sopirnya ngantuk dan kaget saat di depannya banyak sepeda motor yang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah, atau bisa jadi remnya blong,” tegas Supriyadi.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, proses evakuasi sopir yang terjepit sempat memakan waktu cukup lama, pasalnya proses evakuasi hanya mengandalkan peralatan manual tanpa menggunakan peralatan berat untuk mengeluarkan sopir yang terjepi. Kecelakaan yang sempat memacetkan jalur Ungaran-Semarang ini, kini ditangani oleh pihak Satlantas, Polres Semarang. Sedangkan sopir Budi Wahono kini masih menjalani proses perawatan di RSUD Ungaran. (wis)

loading...
Click to comment
To Top