Membandel, Pj Bupati Konsel Terancam Dicopot – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Membandel, Pj Bupati Konsel Terancam Dicopot

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sikap membandel Pj Bupati Konsel Irawan Laliasa yang tidak menghadiri langsung panggilan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) direspon serius oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Mendagri mengancam akan mencopot Irawan Laliasa sebagai Penjabat Bupati Konsel. Irawan Laliasa dianggap telah melanggar aturan karena melakukan mutasi tanpa prosedur yang berlaku.

Tjahjo Kumolo mengatakan, seorang Pj tidak memiliki kewenangan untuk melakukan mutasi. “Bisa melakukan mutasi jika ada izin dari Kemendagri. Kalau melakukan mutasi tanpa izin terlebih dahulu, kami akan copot,” ungkap Tjahjo Kumolo saat ditemui di Jakarta seperti dilansir Kendari Pos (Fajar.co.id Group), Senin (9/11).

Dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 49 tahun 2008, lanjut Tjahjo, sudah jelas soal larangan penjabat (Pj) melakukan mutasi dan mengambil kebijakan strategis kecuali memiliki izin dari Kemendagri. “Aturannya sudah jelas. Apalagi ada MoU antara Kemendagri dan Bawaslu agar para Kepala Daerah tidak melakukan mutasi atau roling jabatan 6 sebelum Pilkada,” ujarnya

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dody Riadmadji mengatakan, Kemendagri tidak pernah memberikan izin soal mutasi pejabat di Konsel. Ia mengungkapkan, Pj Bupati Konsel tidak paham soal aturan. “Pj Bupati Konsel itu terlalu berani. Saya diberitahu oleh komisioner KASN, katanya dia (Irawan Laliasa) berani pasang badan. Untuk apa coba dia berkata seperti itu, apa maksudnya? Mendagri tetap tidak akan mengizinkan penjabat melakukan mutasi,” ujarnya.

Ketentuan larangan melakukan mutasi, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengeluarkan Surat Nomor K.26-30/V.100-2/99 tentang penjelasan atas kewenangan penjabat kepala daerah di Bidang Kepegawaian. Isi surat tersebut adalah bentuk larangan terhadap Pj bupati untuk melakukan mutasi pegawai. Penjabat kepala daerah yang dimaksud adalah pejabat yang diangkat oleh Kemendagri untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur/bupati/wali kota.

Selain dilarang melakukan mutasi pegawai, Kepala BKN melalui suratnya juga melarang penjabat kepala daerah membatalkan perizinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/atau mengeluakan perizinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya. Dilarang membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya. Dilarang membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya. Larangan-larangan tersebut dapat dikecualikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

[NEXT-FAJAR]

Penjabat kepala daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan mutasi pegawai yang berupa pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam/dari jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Tidak memiliki kewenangan menetapkan keputusan hukuman disiplin yang berupa pembebasan dari jabatan atau pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil, kecuali setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri. Berbagai ketentuan lainnya tertuang dalam surat Kepala BKN itu.

Untuk diketahui, saat menghadiri panggilan ketiga KASN, Pj Bupati Konsel yang diwakilkan Sekda Konsel, Siti Rachmawati Andi Djufri membenarkan bahwa mutasi yang dilakukan tersebut masih menggunakan izin gubernur. Sedangkan izin dari Kemendagri baru diminta setelah mendapat arahan oleh komisioner KASN I Made Suwandi.

Sementara, Pj Bupati Konsel, Irawan Laliasa mengaku tidak terlalu mempersoalkan ancaman pencopotan tersebut. Ia bahkan berkilah bahwa ancaman pencopotan oleh Mendagri belum diketahuinya.

“Oh, saya belum tahu kalau ada seperti itu (ancaman Mendagri, red). Sekarang saya lagi di Jakarta. Ada urusan di Kementerian pertanian (Mentan),” ujar Irawan Laliasa saat dihubungi telepon selularnya, tadi malam.

Bagaimana dengan ancaman pencopotan tersebut? “Kalau soal itu, nanti besok baru bisa terjawab. Besok (hari ini, red), saya mau ke Kemendagri,” katanya. (kam/yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top