Penyidik KPK Garap Sjafei Kahar 4 Jam di Polda Sultra – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Penyidik KPK Garap Sjafei Kahar 4 Jam di Polda Sultra

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Bupati Buton dua periode, LM Sjafei Kahar telah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih empat jam dari pukul 09.30 – 13.30 WITA di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/11).

Sebelumnya tim penyidik KPK juga telah memeriksa mantan Bupati Bombana, Atikurrahman di Kota Baubau. Karena berstatus narapidana, Atikurrahman menjalani pemeriksaan di Lapas Klas II/a Baubau.

Sebenarnya, kehadiran KPK di Baubau juga langsung ingin melakukan pemeriksaan kepada Sjafei Kahar. Namun saat itu Sjafei Kahar tengah berada di Kendari, maka pemeriksaan terhadap mantan orang nomor satu di Buton itu pun dilakukan di Polda Sultra, Kendari oleh KPK.

“Penyidik memang ke Baubau dan sempat kerumah saya, tapi saya di Kendari,” jelas Sjafei yang dihubungi awak Fajar.co.id, Rabu (11/11).

[baca juga: KPK Terus Didesak Periksa Nur Alam!]

[baca juga: KPK Juga Harus Periksa Nur Alam!]

Dalam pemeriksaan itu, Sjafei Kahar mengaku telah memberikan semua jawaban yang dibutuhkan oleh KPK. Tapi sayang, Sjafei Kahar enggan untuk membeberkan materi pemeriksaan yang dilakukan oleh komisi antirasuah tersebut.

“Kemarin saya telah memberikan keterangan kepada penyidik KPK di Polda Sultra dari jam 09.30 sampai 13.30. Tentang materi pemeriksaan saya tidak bersedia menyampaikan ke media karena bukan menyangkut masalah pribadi saya,” kata Sjafei Kahar.

Saat disinggung apakah pemeriksaan yang dilakukan KPK terkait dengan penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) kepada PT Anugrah Harisma Barakah (PT AHB) oleh Gubernur Sultra, Nur Alam? Sjafei Kahar tetap enggan untuk menjawab pertanyaan tersebut dan berdalih bahwa terkait inti pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK sudah diketahui oleh wartawan.

Begitu juga ketika ditanya apakah IUP yang dikeluarkan oleh Nur Alam kepada PT AHB sudah mengantongi rekomendasi dari dirinya ketika masih menjabat sebagai Bupati Buton. “Saya kira wartawan sudah tahu masalahnya (inti pemeriksaan KPK), tanpa saya jelaskan,” ujarnya. “Saya sudah memberikan keterangan tentang apa yang saya ketahui ke KPK, kepada media saya tidak ada komentar,” tandasnya. (hrm)

Click to comment
To Top