Sudah 70 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pj Bupati Lampung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Sudah 70 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pj Bupati Lampung

FAJAR.CO.ID, LAMPUNG – Penyidik Satgasus Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi guna pengembangan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan perlengkapan sekolah siswa kurang mampu SD/MI/SMP/MTs di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tahun 2012 senilai Rp17,7 miliar

Dalam kasus ini, Penyidik telah menetapkan empat orang tersangka ‎yaitu Pj Bupati Lampung Timur Tauhidi, Edward Hakim selaku Mantan Kasubag Perencanaan Disdik Lampung, M. Hendrawan selaku Wiraswasta dan Aria Sukma S Rizal selaku PNS Kantor Pemberdayaan Masyakat Bandar Lampung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Amir Yanto‎ menuturkan pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan tim penyidik untuk mengungkap tuntas kasus ini dan untuk mempercepat pemeriksaan saksi dilakukan di dua tempat yaitu Gedung Bundar Kejagung dan Kejati Lampung.

“‎Pertama,  empat orang saksi pada 4 November 2015 di Kejati Lampung dan kemarin Senin (9‎/11) di Kejagung dengan empat tersangka dan satu saksi. Mereka semua dimintai keterangan sebagai saksi,” terang mantan Wakil Kejati Sumatera Utara itu.

Amir melanjutkan bahwa ‎progres kasus korupsi perlengkapan sekolah sejauh ini sudah ada 70 orang saksi yang dimintai keterangan termasuk empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan keterangan saksi ahli dari BPKP dan LKPP.

“Kita juga sudah periksa saksi ahli dari BPKP dan LKPP bahwa ada kerugian sekitar Rp 6,2 Miliar. Untuk hasil pemeriksaan saksi-saksi masih kita dalami dan tak bisa disebarluaskan,” bilangnya.

Terkait tersangka lain yang menjadi dalang kasus dugaan korupsi perlengkapan sekolah. Amir mengatakan kemungkinan tersangka baru ada namun semuanya dari hasil penyidikan.

“Kemungkinan tetap ada. Semua tergantung dari penyidikan,” ucap dia.

Ketika disinggung a‎lasan Kejagung mengambil alih kasus dugaan korupsi perlengkapan sekolah dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Amir menyatakan keterbatasan penyidik yang tak banyak dan luasnya cakupan kasus yang diduga melibatkan berbagai pihak.

“Kita gak ada kepentingan khusus, kepentingan kita hanya penegakan hukum berjalan. Makanya diambil alih agar mempercepat proses penyelesiannya,”‎ tandas Amir. (hyt/‎JPG)

 

loading...
Click to comment
To Top