10 Kecamatan di Temanggung Rawan Longsor – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

10 Kecamatan di Temanggung Rawan Longsor

TEMANGGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Jawa Tengah, mengingatkan kepada warga Temanggung agar selalu waspada terhadap angin kencang dan tanah longsor dalam perubahan musim seperti sekarang ini. Dari pemetaan bencana setidaknya ada 10 kecamatan di Temanggung yang rawan longsor.

Kepala BPBD Temanggung, Agus Sudaryono, menjelaskan dalam kurun seminggu terakhir ini saja telah terjadi dua kali bencana angin kencang dan satu kali longsor, dengan total kerugian sekira Rp35 juta.
“Tanggal 7 yang lalu angin kencang merusak rumah Irfai warga Caruban Kecamatan Kandangan, total kerugian Rp30 juta dan bangunan SMA Islam di kecamatan yang sama. Di sekolah tersebut angin merusak bagian atap total kerugian sekira Rp5 juta,” terangnya, Kamis (12/11).
Selain angin kencang, bencana longsor juga terjadi di Desa Muncar Kecamatan Gemawang dan merusak bagian belakang rumah milik warga.
“Menghadapi musim pancaroba masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan dengan angin dan longsor, khusunya di daerah-daerah yang rawan. Untuk longsor memang bisa kita petakan daerah rawannya, namun untuk angin sangat sulit karena menadadak,” terangnya.
Dari pemetaan kebencanaan BPBD Temanggung, setidaknya ada sepuluh kecamatan yang rawan longsor, yaitu Kecamatan Kaloran, Kandangan, Gemawang, Tretep, Pringsurat, Candiroto, Kranggan, Wonoboyo, Bejen, dan Bulu. Masyarakat di daerah tersebut diharap bisa selalu waspada, khususnya yang berada di daerah yang tidak jauh dari lereng atau ketinggian.
Menurut dia, dari 10 kecamatan rawan tanah longsor terdapat 11 desa yang paling diawasi karena potensi longsornya amat besar, yakni Desa Getas di Kecamatan Kaloran, Desa Tlogopucang di Kecamatan Kandangan, Desa Muncar di Kecamatan Gemawang, Desa Campurejo di Kecamatan Tretep, dan Desa Karangwuni di Kecamatan Pringsurat.
Kemudian Desa Lempuyangan di Kecamatan Candiroto, Desa Wates di Kecamatan Wonoboyo, Desa Ngropoh dan Desa Kemloko di Kecamatan Kranggan, Desa Banjarsari di Kecamatan Bejen. dan Desa Pager Gunung di Kecamatan Bulu.
Pihaknya mendirikan posko bencana di enam titik, beberapa kecamatan yang lokasinya berdekatan dijadikan satu posko.
Ia menyebutkan posko utama bencana di Kantor BPBD, kemudian posko di Kecamatan Bejen Kecamatan Bulu, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Wonoboyo, dan posko Kecamatan Kranggan.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar selalu waspada. Jika terjadi bencana segera melapor ke posko terdekat maupun ke BPBD,” katanya. (din)

loading...
Click to comment
To Top