Detik-Detik Meninggalnya Dokter Muda dalam Pengabdiannya di Daerah Terpencil – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Detik-Detik Meninggalnya Dokter Muda dalam Pengabdiannya di Daerah Terpencil

FAJAR.CO.ID, AMBON – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada hari ini, Kamis (12/11), harus diselimuti duka. Kabar meninggalnya dokter muda Dionisius Giri Samudra (24) cukup mengejutkan.

Dokter yang biasa disapa Andra itu menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan masa kritis morbili atau campak yang disertai radang selaput otak. Seperti dilansir dari Ambon Ekspres (Fajar.co.id Group), Andra yang sedang melakoni program magang (internship) itu meninggal, Rabu (11/11), sekitar pukul 18.00 WIT.

Dokter Marthin Haurissa, spesialis penyakit dalam yang menangani Andra di RSUD Cendrawasih, Dobo, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara menyebutkan, pada awal pemeriksaan, Andra sudah demam tinggi. Kedua kakinya lemas. Sekitar pukul 11.00, Andra tiba-tiba sesak napas. Tim dokter langsung memindahkan Andra ke ICU.

“Saat itu kami sudah putuskan lakukan rujuk. Namun terbentur transportasi. Sementara itu, kesadaran pasien menurun,” tutur Marthin.

Rujuk rumah sakit memang merupakan perkara sulit di daerah pelosok seperti Dobo. Tidak seperti kota besar di Jawa, di Dobo transportasi tidak tersedia setiap waktu. Marthin mengatakan, ketika kondisi Andra gawat, pesawat ke kota terdekat, Tual, tidak beroperasi. Pesawat Trigana Air yang biasanya melayani penerbangan Dobo-Tual-Ambon pulang-pergi saat itu menghentikan aktivitas.

Sedangkan alternatif lain, yakni membawa Andra kembali ke Kota Tual dengan feri, memakan waktu 12 jam. Sempat ada upaya membawa Andra dengan speedboat yang bisa melaju ke Tual hanya dalam waktu 3-4 jam. “Namun, kondisi Andra sudah tak memungkinan untuk dipaksakan naik speedboat,” terang Marthin.

Dokter Glenn, rekan Marthin yang ikut menangani Andra di RSUD Cendrawasih, mengatakan, gara-gara campak yang diderita, kesadaran Andra terus menurun. Bahkan, kemarin pagi Andra mengalami gagal napas. “Untuk membantu pernapasannya, kami melakukan pompa jantung serta menggunakan ventilator.”

[NEXT-FAJAR]

Meskipun dokter telah berupaya keras menyelamatkan nyawa Andra, takdir berkata lain.

Tadi malam jenazah Andra disemayamkan di RSUD Cendrawasih Dobo. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menerbangkan jenazah Andra dari Kota Tual menuju Jakarta hari ini. Ayah Andra sudah sampai di Kota Dobo untuk menjemput dan membawa kembali Andra ke kampung halaman di Jakarta.

[baca juga: Kisah Dokter Muda yang Meninggal Saat Mengabdi di Daerah Tepencil]

Mengenai penyakit yang mengakibatkan Andra meninggal, spesialis saraf dr Paulus Sugianto menjelaskan bahwa penyakit tersebut bisa berasal dari virus, bakteri, protozoa, atau jamur. “Namun, lebih banyak memang karena virus,” ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Sementara itu, yang diderita Andra berasal dari virus morbili. “Ketika terkena encephalitis post morbili, pasien bisa meninggal karena ada komplikasi di otaknya,” ujar dokter yang tergabung dalam Departemen Ilmu Penyakit Saraf RSUD dr Soetomo itu. (dni/nur/lyn/cik/c11/ars/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top