Disnakertrans Tarik Bantuan 10 Mesin Jahit – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Disnakertrans Tarik Bantuan 10 Mesin Jahit

SEMARANG, RAJA – Tanpa perlawanan, sejumlah petugas Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang, melakukan eksekusi dengan mengambil kembali sebanyak 10 mesin jahit yang diberikan secara hibah kepada warga, Rabu (11/11).

Tidak saja mesin, namun petugas yang didampingi Kepala Kelurahan Tlogosari Kulon juga mengambil kembali perlengkapan pendukung yang diberikan seperti penggaris, benang dan gunting pemotong yang sembat digunakan warga untuk mencari tambahan dari bisnis menjahit tersebut.

Kepala Kelurahan Tlogosari Kulon Eko Yuniarto yang mendampingi pengambilan barang hibah mengungkapkan, kegiatan penarikan alat-alat pelatihan dilakukan terhadap 10 barang yang diberikan secara hibah kepada warga. “Alasan pengambilan kembali karena pemberian yang dilakukan dalam bentuk bantuan social (Bansos) harus sesuai dengan UU no 23 tahun 2014. Dimana, hibah barang hanya bias diberikan kepada kelompok masyarakat yang sudah berbadan hukum dan diakui oleh Kementrian hukum dan HAM,” ungkap Eko, disela pengambilan barang.

Penarikan kembali tambah Eko, dikhawatirkan menyusahkan warga. Tidak saja usaha yang dijalani oleh warga penerima hibah tidak beroperasi kembali. Namun, warga juga tidak bisa mendapatkan penghasilan dari usaha yang dilakukan. “Harapan kami bantuan benar-benar dibutuhkan dan sudah digunakan untuk usaha. Bahkan sudah dipasarkan dan hasil cukup bagus dijual jual untuk umum. Diharapkan harapkan agar mesin bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” harapnya.

Harapan serupa diungkapkan Rini, salah satu penerima hibah. Dimana, dari hibah tersebut dirinya selama ini menerima pesanan keset dari bahan dasar kain perca. “Sebenarnya kami saying karena sudah sempat merasakan hasilnya dan sakarang barang diambil kemabali. Tapi mau bagaimana lagi, ini juga kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Tidak saja berhenti mendapatkan uang Rp 8 ribu dikalikan jumlah pesanan keset yang dihasilkan, namun dirinya harus menyimpan kain perca sisa pembelian barang yang sebelumnya dilakukan. Seperti menjilat ludah sendiri, hibah yang ditarik merupakan barnag yang diberikan kepada sebanyak 10 rumah tangga peserta pelatihan yang digelar pemerintah melalu Dinas Ketenaga Kerjaan. “Untuk alasan apa yang benar memang disampaikan penerima harus berbadan hukum. Tapi, ada juga yang bilang barang yang diberikan Disnakertran kepada warga itu belum dibayar oleh pemerintah. Mana yang benar kita tidak tahu yang kita tahu jelas barang sudah sempat memberi manfaat kepada kami dan sekarang ditarik,” tambahnya sembari mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah kota tersebut. (JW)

loading...
Click to comment
To Top