Ilham Ajukan 671 Pembesuk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ilham Ajukan 671 Pembesuk

JAKARTA, FAJAR — Terdakwa proyek kerjasama Rehabilitasi, Operasi, dan Transfer (ROT) Instalasi Pengelolaan Air (IPA) II Panaikang antara PDAM Kota Makassar dengan PT Traya, Ilham Arief Siradjuddin sedianya menjalani sidang putusan sela, Kamis, 12 November. Namun, majelis hakim menunda membacakan putusan sela ini dengan alasan diributkan kepindahan kantor Pengadilan Tipikor.

Selama ini, Pengadilan Tipikor bersidang dengan menggunakan gedung Ombudsman Republik Indonesia (ORI) di Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan. Pengadilan Tipikor akan dipindahkan ke gedung baru yang berlokasi di Jalan Bungur Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Atas dasar ini, sidang Ilham ditunda karena sekretariat Pengadilan Tipikor sedang mengemas barang untuk pindah di tempat baru.

Dengan demikian, sidang Ilham selanjutnya dengan agenda putusan sela akan digelar di gedung baru pada Kamis, 19 November. Kemarin, majelis hakim yang dipimpin Toto Suhud, SH hanya membuka sidang untuk memberikan informasi bahwa putusan sela belum bisa dilakukan. “Bagaimana kondisi terdakwa, sehat?, kami belum bacakan putusan sela ya karena kita diributkan juga mau pindah ini,” kata Toto lalu menutup kembali sidang.

Hanya saja, sebelum sidang ditutup, Koordinator Tim Penasihat Hukum Ilham, Rudy Alfonso, SH menyodorkan 671 calon pembesuk ke majelis hakim. Rudy meminta agar majelis hakim memberikan penetapan atas nama-nama yang akan membesuk terdakwa. Pasalnya, rentang waktu besuk atas nama yang telah diusulkan sebelumnya sudah habis masa waktunya.

Sementara kata, Rudy, untuk bisa membesuk terdakwa, tidak akan dibiarkan masuk jika belum masuk dalam daftar nama yang telah ditetapkan majelis hakim Pengadilan Tipikor. Dengan demikian, dia, berharap agar majelis hakim segera mengambil keputusan untuk menetapkan nama-nama yang bisa masuk membesuk terdakwa di Rutan Guntur. ” Mungkin tidak semuanya yang ditetapkan,” kata Rudy.

Atas permintaan ini, majelis hakim akan mengkaji dulu nama-nama yang disodorkan sebelum memberikan penetapan. Ada kemungkinan penetapan nama yang bisa membesuk akan dilakukan pada saat persidangan selanjutnya. Namun, hal tersebut dengan catatan, majelis sudah mengkaji lebih dulu.

“Banyak sekali, sampai 671 orang. Jangan seklaligus yah nanti masuk, jangan sampai rutan jadi seperti senayan kalau sebanyak ini,” ujar Toto.

Lebih lanjut Rudy Alfonso mengatakan, pihaknya mengeluhkan aturan besuk di Rutan Guntur yang ditempati Ilham. Pasalnya, besuk hanya bisa dilakukan dua hari dalam satu pekan yakni Senin dan Kamis. Itu pun waktunya masing-masing hanya dua jam. Yakni mulai pukul 08.00 sampai pukul 10.00 pagi. Hal ini kata dia, pada dasarnya mengurangi hak terdakwa untuk berkomunikasi dengan keluarga atau kerabatnya.

Atas dasar ini pula, Rudy mengatakan, memasukkan sebanyak mungkin nama untuk menjadi calon pembesuk. Pasalnya, jika tidak melalui penetapan hakim, maka jangan harap bisa membesuk penghuni rutan. Padahal, menurut Rudy, jika seseorang masih dalam status terdakwa, maka asas praduga tak bersalah itu harus masih ditegakkan. “Masuk pun paling banyak 5 orang, nanti keluar baru masuk lagi yang lain,” keluh Rudy.

Terkait dengan aturan besuk tahanan di rutan Guntur, Juru Bicara KPK, Yayuk Andriati Iskak mengatakan, memang dalam membesuk ada aturannya. Hal ini kata dia, dilakukan untuk kelancaran jalannya proses hukum dan juga untuk menjaga tahanan sendiri agar bisa tenang selama berada di rutan sambil menunggu proses hukumnya selesai.

Dengan demikian, dia menyebut tidaklah harus bebas begitu saja, siapapun bisa masuk membesuk dan kapan pun.
Pada persidangan kemarin, Ilham datang dengan didampingi pengacara dan istrinya yang juga Anggota DPR RI, Aliyah Mustika Ilham dan kakaknya, Syamsul Bachri Siradjuddin serta beberapa kerabatnya.

Jika pada persidangan sebelumnya, Ilham datang dengan mengenakan tongkat, kali ini, dia sudah bebas bergerak tanpa alat bantu. Ilham memang baru saja menjalani operasi karena mengalami masalah di lututnya. (arm)

 

Click to comment
To Top