Indonesia Harus Mengejar Negara Tetangga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Indonesia Harus Mengejar Negara Tetangga

KUDUS – Wirausaha industri di Indonesia masih sangat jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga. Peringkat terendah Indonesia di bidang ini meski di atas Vietnam harus dikejar.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Wilayah II Kementerian Perindustrian RI, Ir. Roy Sianipar mengatakan saat Indonesia baru memiliki wirausahawan industri menengah hanya 1,5 persen dari total penduduk negeri ini.
“Kita sekitar 1,5 persen atau baru sekitar 3,5 juta yang berkecimpung di wirausaha industri ini. Dibandingkan Malaysia yang sudah 34 persen dari jumlah penduduknya. Bahkan Singapura lebih tinggi lagi, apalagi Amerika jauh lebih tinggi lagi. Kita masih sangat-sangat jauh tertinggal,” katanya di Kudus baru-baru ini.
Peringkat yang sangat rendah dan di atas Vietnam sedikit itu, ungkapnya, harus dipikirkan bagaimana bisa menumbuhkan wirausaha baru atau wirausaha industri ini di seluruh Indonesia.
“Tapi dengan catatan terjadi pemerataan persebaran. Kalau selama ini sekitar 70 persen ada di Pulau Jawa dan Bali untuk wirausaha industri kecil menengah ini perlu peningkatan terjadi di luar Jawa yang persentasenya masih sangat sedikit,” tegasnya.
Ia mengharapkan akan terjadi peningkatan di daerah Sumatera dan luar Jawa. Targetnya secara kuantitas meningkat untuk mencapai 40 persen di luar Jawa tersebut pada tahun 2030.
“Untuk 40 persen di luar Jawa target kita 2030. Karena prosesnya sangat panjang dan untuk menjadikan seseorang menjadi wirausahawan kan susah dan sulit. Mulai kita latih mereka dengan pembelajaran seperti ini kemudian harus kita dampingi secara bertahap dan berulang-ulang,” jelasnya.
Selain itu juga, imbuhnya, pasar juga harus diciptakan dan membawa mereka ke pameran-pameran dan yang terpenting bagaimana mereka bisa menciptakan kualitas yang bagus.
Sementara itu, Ia menyebutkan UU No. 3 Tahun 2014 tentang kementrian perindustrian yang bertanggung jawab dalam ini adalah pemerintah daerah untuk mendampingi dan membimbing wirausaha dibidang industri.
Ini diwajibkan, terangnya, pada pemerintah daerah mengingat hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sehingga pemerintah daerah bisa memperhatikan hal tersebut.
“Karena itu rakyat dia. Yang paling bertanggung jawab ya dia. Jangan sampai misalnya Kudus mau menumbuhkan wirausaha industri tapi anggaran pengembangan wirausaha industri kecil itu sedikit, bagaimana bisa? Jadi bupati harus memperhatikan ini. Karena apa, wirausaha industri merupakan sumber untuk meningkatkan nilai tambah. Tidak ada suatu negara yang maju tapi industrinya jelek. Nggak ada. Dongeng itu. Pokoknya industri harus tumbuh lah,” tandasnya. (nr)

loading...
Click to comment
To Top