Kisah Dokter Muda yang Meninggal Saat Mengabdi di Daerah Tepencil – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Kisah Dokter Muda yang Meninggal Saat Mengabdi di Daerah Tepencil

FAJAR.CO.ID, AMBON – Pengabdian Dionisius Giri Samudra (24) di daerah pelosok Dobo, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara usai sudah. Dokter muda yang sedang melakoni program magang (internship) itu meninggal, Rabu (11/11), sekitar pukul 6 sore WIT.

Ya, dunia kedokteran Indonesia pun berduka. Dokter yang akrab disapa Andra itu menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan masa kritis morbili atau campak yang disertai radang selaput otak. Pemuda kelahiran Jakarta itu tak bisa diselamatkan lagi oleh tim dokter RSUD Cendrawasih Dobo

Dilansir dari Ambon Ekspres (Grup JPNN), Andra sudah bertugas selama enam bulan di Puskesmas Dobo. Sebelum meninggal, dia sempat cuti sepekan untuk pulang, menemui orangtuanya di Jakarta. Selesai cuti, Andra langsung kembali ke Dobo.

Sepanjang perjalanan kembali ke tempat tugas beserta beberapa rekan dokter lain, kondisinya normal. Tetapi, kondisi kesehatan Andra mulai memburuk ketika dirinya tiba di Kota Ambon. Beberapa rekan sudah menyarankan Andra untuk kembali ke Jakarta, mengingat perjalanan ke Kota Dobo masih panjang.

Namun, saran para sahabat itu diabaikan. Andra bersikeras melanjutkan perjalanan ke Kota Dobo karena sadar bahwa tenaga dan keahliannya sangat dibutuhkan warga yang berobat ke Puskesmas Dobo. Dengan kondisi fisik yang terus menurun, Andra memaksakan diri kembali terbang sekitar 1,5 jam dengan pesawat mini ke Kota Tual pada Minggu (8/11).

Saat perjalanan tinggal sepenggal, yakni rute laut dengan menumpang feri dari Pelabuhan Tual ke Dobo, Andra sudah tidak kuat lagi.

Berada di atas laut selama 12 jam betul-betul membuat fisik Andra drop. Saat tiba di Pelabuhan Feri Yos Soedarso, Dobo, Senin pukul 07.00 WIT, Andra memaksakan diri berjalan, tapi langsung jatuh.

[NEXT-FAJAR]

Kondisi itu membuat dia langsung dilarikan ke RSUD Cendrawasih Dobo. Dokter Marthin Haurissa, spesialis penyakit dalam yang menangani Andra di RSUD Cendrawasih, mengatakan, pada awal pemeriksaan, Andra sudah demam tinggi. Kedua kakinya lemas. Sekitar pukul 11.00, Andra tiba-tiba sesak napas. Tim dokter langsung memindahkan Andra ke ICU.

“Saat itu kami sudah putuskan lakukan rujuk. Namun terbentur transportasi. Sementara itu, kesadaran pasien menurun,” tutur Marthin. (dni/nur/lyn/cik/c11/ars/jpg/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top