Kubu Agung di Daerah Dorong Solihin Kalla – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Kubu Agung di Daerah Dorong Solihin Kalla

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Kubu Agung Laksono di daerah mulai bicara terkait dengan dorongan munas rekonsiliasi untuk penyatuan Partai Golkar.

Munas rekonsiliasi pun dinilai sebagai satu-satunya jalan untuk menyatukan dua kubu yang bertikai sejak muncul Tim Penyelamat Partai sebelum akhirnya terjadi dua munas. Pengurus DPD I dan II di kubu Agung Laksono meminta agar kubu Aburizal Bakrie menyadari bahwa kader di daerah telah jenuh dengan perdebatan yang tak kunjung usai ini.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang juga tokoh senior partai berlambang beringin ini pun diminta agar ikut mendorong munas rekonsiliasi. Pasalnya, putusan Mahkamah Agung (MA) yang menguatkan PTUN Jakarta tidak bisa menjadi dasar ARB lanjut memimpin hingga 2019.

Pasalnya, dalam putusan tersebut tidak ada yang disahkan baik Bali maupun Ancol. Sementara, jika mengacu ke munas Riau, periodenya sudah berakhir.

Ketua DPD II Partai Golkar Selayar kubu Agung Laksono, Ince Langke mengatakan, kader di daerah telah meminta agar elit Golkar di Jakarta mau sama-sama satu misi untuk menyatukan partai ini. Caranya, dengan menggelar munas rekonsiliasi.

Siapapun yang terpilih pada munas ini, maka semua kader baik kubu Agung Laksono maupun kubu ARB harus mendukung.

“Kita masih beruntung, masih punya pak JK (Jusuf Kalla). Jika bukan karena beliau, maka mungkin untuk ikut pilkada pun, Golkar tidak bisa. Nah, sekarang ini kita bicara bagaimana agar Golkar bersatu. Kami di daerah mendukung munas segera digelar dan konflik berakhir. Kamio capek,” ujarnya, Kamis, 12 November.

Lebih lanjut dia mengatakan, perlunya kubu ARB tidak hanya bersikap sendirian. Jika memang menyebut, munas bergantung dari pendapat DPD, maka jangan sampai yang dimaksud hanya DPD dari kubu ARB.

Namun, juga DPD baik DPD I maupun DPD II dari kubu AL. Pasalnya, dua kepengurusan yang berlanjut hingga ke daerah ini harus dirangkul seluruhnya.

Terkait calon, Ince mengatakan, dari hasil analisa kami, tokoh yang patut didorong adalah putra Jusuf Kalla yakni Solichin Jusuf Kalla. Dia menilai Golkar butuh figur muda yang memimpin Golkar.

Dia berharap dengan Solichin ada pada deretan nama calon ketua umum, maka akan memberikan opsi baru bagi kader Golkar yang jenuh dengan perdebatan selama ini.

“Ini seperti mewakili atau personifikasi tokoh senior. Sebab, Golkar tidak biasa seperti ini. Jadi semua simpul yang bisa menjadi perekat, harus diambil. Lalu, JK perlu didorong sebagai ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

Karena harus diakui kalau bukan pak JK, mungkin Golkar sudah tidak bisa gabung dalam pesta demokrasi seperti pilkada,” katanya.

Hanya saja, sampai saat ini, kubu ARB belum sepakat dengan pelaksanaan munas. Sikap ARB yang melempar ke daerah untuk melaksanakan munas apakah dilaksanakan sebelum 2019 atau tidak pun tidak bersambut di daerah.

Sebagian besar daerah menilai, pelaksanaan munas adalah wilayah DPP dan mestinya tunduk pada hukum yang ada.

Sekjen Partai Golkar kubu ARB, Idrus Marham mengatakan, bagaimana mungkin dilaksanakan munas, sementara sudah jelas dalam putusan MA yakni menguatkan putusan PTUN. Lagi pula kata Idrus, sangat aneh, dengan keinginan Agung untuk dirangkul karena pada sisi lainnya, juga ternyata menempuh upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) dan kasasi. (arm)

loading...
Click to comment
To Top