PD Apotik Rugi Rp380 Juta, PD Percetakan Rp300 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

PD Apotik Rugi Rp380 Juta, PD Percetakan Rp300 Juta

KUDUS, RAJA – Menurunnya target anggaran Pendapatan Daerah, yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, dalam Rancangan APBD Kabupaten Kudus 2016, antara lain disebabkan meruginya dua perusahaan daerah (PD ) pada tahun anggaran 2014, yakni PD Apotik dan PD Percetakan.

Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kudus, dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi, terhadap Rancangan APBD Kabupaten Kudus 2016, Selasa (10/11) lalu.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Masan, didampingi para wakil ketua. Selain itu hadir Sekda Noor Yasinme mewakili bupati, kepala SKPD, camat, kepala desa, dan 33 anggota dewan dari jumlah seluruhnya 44 anggota.

Fraksi Partai Nasdem, melalui juru bicaranya, Sujarwo, menyampaikan pandangan umum fraksinya, menyoroti menurunnya target pendapatan daerah pada 2016, sebesar 7% dibandingkan pendapatan daerah 2015, yakni dari sebesar Rp1.782.332.513.000 pada 2015  menjadi Rp 1.642.920.076.000 pada 2016. Penurunan pendapatan daerah tersebut, antara lain karena belum dialokasikannya pendapatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Tengah.

Fraksi Partai Nasdem, secara tegas mengatakan, dua PD yang dimiliki oleh Pemkab, yakni PD Apotik dan PD Percetakan raportnya jelek. Sehingga tidak bisa memberikan kontribusi ke kas daerah. Hal ini menyebabkan menurunnya target anggaran pendapatan dearah pada APBD Kabupaten Kudus TA 2016.

“Oleh karena itu, fraksi kami meminta agar Pemkab melakukan evaluasi terhadap dua PD tersebut, yakni PD Apotik dan PD Percetakan, apakah masih layak dipertahankan atau tidak,” tegas Sujarwo.

Fraksi PKS saat mendapat giliran menyampaikan pandangan umumnya, juga menyampaikan hal itu, yakni, adanya dua PD yang mengalami kerugian pada TA 2014, sehingga mengakibatkan menurunnya target anggaran pendapatan daerah tahun 2016. Disinggung juga soal besarnya kerugian yakni PD Apotik sebesar Rp380 juta, dan PD Percetakan sebesar Rp300 juta.

“Fraksi PKS meminta, agar Pemkab di dalam mengelola perusahaan daerah, tidak merencanakan merugi, melainkan merencanakan keuntungan,” jelasnya.

Sementara itu, Fraksi Hanura-Demokrat, menyampaikan, menurunnya anggaran pendapatan daerah 2016, juga disebabkan berkurangnya pendapatan daerah dari sektor pajak. Hal itu terjadi akibat rendahnya partisipasi masyarakat, baik perusahaan maupun perorangan, terhadap kewajibannya sebagai warga negara, yang taat membayar pajak.

“Untuk itu, kinerja instansi yang terkait dengan pajak daerah ini agar ditingkatkan, dan dicarikan solusi bagaimana supaya masyarakat taat membayar pajak,” tandasnya. (sf)

loading...
Click to comment
To Top