Pemkot Semarang Lamban Atasi Abrasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pemkot Semarang Lamban Atasi Abrasi

SEMARANG, RAJA – Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2016, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menganggarkan pembelian lahan di wilayah pesisir untuk menekan abrasi laut. Namun, wacana itu dianggap terlambat, karena kerusakan akibat abrasi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir mencapai 300 hektar.

Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto menuturkan, pada 2016 mendatang Pemkot Semarang akan membeli lahan di wilayah pesisir mengingat abrasi yang sudah sangat parah. “Sementara saat ini pemkot sudah melakukan kajian menunggu hasil dari Badan Lingkungan Hidup, sedangkan nilai yang diajukan yakni 1,7 miliar,” ujar Tavip, Rabu (11/11).

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, pemkot sangat lamban untuk melakukan upaya pembelian aset lahan di wilayah pesisir. Padahal DPRD sangat mendorong agar persoalan abrasi di Kota Semarang terselesaikan.

Dia mengatakan, langkah yang dapat dilakukan Pemkot adalah membeli lahan wilayah pesisir untuk memfasilitasi masyarakat untuk menanami tanaman mangrove.

Sedangkan untuk persoalan lahan yang akan dibeli pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah kota. “Kami tidak berani memberikan saran takutnya dikira mengintervensi atau malah dikira Dewan sebagai Makelar,” terang politisi PKS ini.

Ia mengungkapkan kekecewaannya karena sikap pemerintah yang bertele-tele padahal Dewan sudah memberikan pagu anggaran Rp 2 milliar pada 2014 lalu untuk pembebasan lahan di pesisir, namun tidak terlaksana.

Sebelumnya, sejumlah aktivis lingkungan juga menyoroti rencana pemkot menjadikan kawasan mangrove di Kampung Tapak, Kelurahan Tugurejo sebagai kawasan industri, perumahan, wisata bahari dan lainnya. Padahal, pada 2012 kawasan tersebut sudah ditetapkan sebagai wilayah konservasi.

Selama ini kawasan Pesisir Tapak mampu membendung pasang air laut dan meminimalisir rob. Jika kawasan itu hilang karena akan dijadikan kawasan industri, bisa jadi rob di Kota Semarang akan lebih besar. (In)

Click to comment
To Top