Sesepuh Golkar Bontang “Turun Gunung” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Sesepuh Golkar Bontang “Turun Gunung”

FAJAR, CO.ID – BONTANG – Penyimpangan yang dilakukan pengurus DPD II Partai Gokar Kota Bontang mulai disikapi sesepuh dan pimpinan kecamatan. Para sesepuh ini “turun gunung” dengan mendesak agar pengurus yang salah jalan, bisa kembali ke jalan yang benar.

“Mereka yang memilih mendukung pasangan nomor urut 1 itu adalah sesat. Kami minta mereka kembali ke jalan yang benar dengan mendukung pasangan nomor urut 2, Bunda Neni-Basri Rase (NeBas),” imbau sesepuh Partai Golkar Bontang, H Umar A. Tanatta saat jumpa pers di Bontang Kuring, Kamis, 12 November.

Mantan Ketua Dewan Penasihan Partai Golkar Bontang ini menjelaskan, Partai Golkar sebagai partai besar selalu tunduk dan patuh pada keputusan organisasi. Para pembelot atau pengkhianat partai tidak akan diberi tempat. Karena, itu hanya akan mengerdilkan organisasi.

“Keputusan DPP Partai Golkar sangat jelas mendukung Bunda NeBas Oleh karena itu, dukungan di luar keputusan DPP tersebut adalah illegal,” tegasnya yang saat jumpa pers didampingi pimpinan kecamatan Partai Golkar dan perwakilan dari DPD II serta organisasi pendiri dan didirikan Partai Golkar.

Mereka yang melawan atau bertentangan dengan keputusan DPP, lanjutnya, pasti akan mendapat tindakan tegas. Terbukti, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bontang, Andi Harun sudah dipecat dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Golkar. Itu berdasarkan keputusan DPP atas perlawanan yang dilakukan.

“Oleh karena itu sebelum terlalu jauh, masih ada kesempatan untuk mengambalikan wibawa dan marwah Partai Golkar ini. Keputusan DPP Partai Golkar yang mendukung Bunda Neni-Basri Rase harus dikawal, diamankan, dan dimenangkan pada 9 Desember nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Kecamatan Bontang Barat, Abdul Rauf, mendesak DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur segera menerbitkan SK pelaksana tugas di DPD Partai Golkar Kota Bontang. Pasalnya, pasca pemecatan Andi Harun sebagai Ketua DPD II, belum ada penggantian.

“Dalam rangka konsolidasi Partai Golkar menghadapi momentum 9 Desember, kehadiran pelaksana tugas ini sangat penting untuk memastikan semua agenda berjalan dengan baik dalam rangka mengamankan keputusan DPP Partai Golkar,” tegasnya sembari mengingatkan, kader Golkar itu selalu patuh pada organisasi, bukan patuh pada orang per orang.

Click to comment
To Top