Kepsek Pelaku Pencabulan Terancam Dicopot – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Kepsek Pelaku Pencabulan Terancam Dicopot

FAJAR.CO.ID, PALUTA – Kasus Pencabulan yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) terhadap siswi SMP di ruang kerjanya, sudah terdengar ke telinga Kepala Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, Umar Pohan. Umar Berjanji akan segera mencopot Kepsek berinisial KSL (54) jika terbukti melakukan hal tak senonoh tersebut kepada siswinya.

Umar mengatakan, besok dirinya akan berangkat menuju Polres Tapsel untuk mempertanyakan kasus yang menimpa oknum kepsek tersebut. Umar ingin mengetahui langsung kasus tersebut, baik dari oknum kepsek maupun dari korban. Ia juga membenarkan jika pelaku sudah ditangkap.

“Iya benar ditangkap. Kalau memang terbukti akan kita berhentikan dari jabatan kepala sekolah,” tegas Umar, seperti dilansir metrosiantar, Kamis (12/11).

Sementara itu, Kanit PPA Polres Tapsel Aipda H Anil DS mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi keluarga korban yang mengatakan bahwa tersangka sedang berada di rumah salah satu kerabatnya di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak.

Menurut keterangan dari keluarga korban, kedatangan tersangka untuk melakukan mediasi atau berdamai dengan keluarga korban. Namun, karena merasa tidak terima, akhirnya keluarga korban menginformasikan tentang pertemuan itu kepada pihak yang berwajib.

Karena sudah mendapat informasi, akhirnya Unit PPA Polres Tapsel tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Setibanya di Desa Sidingkat, tepatnya di salah satu rumah kerabatnya, akhirnya tersangka pelaku cabul langsung ditangkap.

Atas perbuatannya, oknum kasek itu pun akan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2 UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2001 tentang perlindungan anak.

Sementara ayah korban, AJH (45), mengaku terkejut dengan kejadian yang menimpa putrinya. Dia berharap petugas kepolisian memberikan hukuman yang seberat-beratnya, karena tindakannya itu sudah melanggar hukum, apalagi dia merupakan seorang guru dan kepala sekolah.

“Saya meminta agar pelaku di hukum seberat-beratnya, karena ini menyangkut masa depan anak saya,” tegasnya. (metrosiantar/sdf/pojoksatu/ipol/indopos)

loading...
Click to comment
To Top