Ketemu ‘Musuh Bebuyutan’ Antar Pelajar SMK Ini Nyaris Tawur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ketemu ‘Musuh Bebuyutan’ Antar Pelajar SMK Ini Nyaris Tawur

SALATIGA, RAJA – Diduga bakal menggelar tawuran, puluhan pelajar diamankan anggota Polres Salatiga di sekitar eks terminal Soka, Blontangan Salatiga.

Puluhan pelajar tersebut mengenakan seragam SMK ‘Saraswati’ Salatiga, saat bergerumul di Jalan Diponegoro. Informasi yang dihimpun Rakyat Jateng menyebutkan, puluhan pelajar SMK Saraswati yang pulang ke rumahnya menaiki angkutan umum tersebut, di tengah jalan diserang dengan dilempari batu oleh sekelompok remaja. Lemparan batu itu menyebabkan kaca mobil pecah dan seorang pelajar SMK Saraswati mengalami luka di bagian perutnya.

Tidak terima dengan rekannya yang terluka, tidak kurang dari 48 siswa SMK Saraswati yang naik dua mobil angkutan langsung turun dan nyaris ribut dengan siswa SMK Muhammadiyah Salatiga yang saat itu berada di lokasi. Saat itu, puluhan siswa SMK Muhammadiyah juga akan pulang kerumahnya masing-masing.

Beruntung, belum sempat tawuran, sejumlah petugas dari Polsek Sidorejo dan Polres Salatiga tiba ke lokasi dan langsung membubarkan dua kelompok siswa. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan sebuah gir dengan tali sabuk beladiri warna merah yang diduga sengaja disiapkan untuk digunakan tawuran. Saat diamankan di Mapolres Salatiga, para siswa tidak ada mengakui kepemilikan gir dengan tali sabuk beladiri tersebut. Mereka akhirnya didata dan mendapat pengarahan oleh petugas Polres Salatiga. “Saat pelajar SKM Saraswati naik mobil kami, tahu-tahu dilempari menggunakan batu hingga menyebabkan kaca mobil pecah,” kata Agus (30), sopir mobil angkutan umum yang menjadi langganan pelajar SMK Saraswati.

Sugiman (52) guru Bahasa Indonesia SMK Saraswati yang datang ke Polres Salatiga mengatakan, pihak sekolah sudah mengimbau kepada para siswa untuk tidak melakukan tawuran. Selain itu, sekolah siap memberikan sanksi tegas dengan dikeluarkan dari sekolah bagi siswa yang terbukti terlibat tawuran. “Khusus dengan SMK Muhammadiyah, sekolah kami sudah membuat perjanjian perdamaian. Bahkan, secara bersama pula memasang spanduk di beberapa sudut di Kota Salatiga, isinya himbauan untuk tidak melakukan tawuran. Terkait kasus sekarang ini, kami berterimakasih kepada Polres Salatiga yang telah bergerak cepat sehingga tawuran tidak terjadi,” kata Sugiman.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah Salatiga, Kundori yang juga datang ke Mapolres Salatiga menyatakan, membenarkan apa yang diungkapkan Sugiman. Bahwa, dua sekolah itu telah sepakat  berdamai dan tidak melakukan tawuran.

Sementara, Kasat Binmas Polres Salatiga AKP Didik Budiono kepada para siswa meminta untuk dapat menahan diri dan tidak perlu meladeni tindakan penyerangan itu. Bahkan, rencananya dua sekolah itu akan diundang bersama melaksanaan kegiatan apel bersama di lapangan Mapolres Salatiga. “Kami tegaskan, untuk para siswa itu dapat menahan diri untuk tidak meladeni tindakan penyerangan dan rencananya dua sekolah iitu akan kami hadirkan menggelar apel bersama,” tandas AKP Didik Budiono di Mapolres Salatiga, Kamis (12/11) petang. (Hes)

Click to comment
To Top