Polda Sultra Bekuk Tersangka Penipuan Gratifikasi CPNS Muna Senilai Rp11,8 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Polda Sultra Bekuk Tersangka Penipuan Gratifikasi CPNS Muna Senilai Rp11,8 Miliar

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Pasca dibekuk setelah dua tahun melarikan diri, Kamarudin alias La Pato langsung menjalani pemeriksaan. Tersangka korupsi penyelenggaraan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kategori Dua (K2) di Muna itu pun memberi banyak informasi ke penyidik Tipikor direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra.

La Pato ternyata tak hanya menerima uang hasil gratifikasi senilai Rp 1,4 miliar. Sebab jumlahnya justru lebih besar, yakni Rp 11,8 miliar dari tangan L Irian yang kala itu menjabat sebagai Kepala BKD Muna. Setelah uang itu diterima, kemudian diberikan kepada DD yang oleh L Irian disebut adalah pegawai kementerian dan calo CPNS.

Setelah uang diberikan, ternyata ratusan calon pegawai tidak lulus dan tidak terakomodir dalam pengumuman tersebut. Mulai saat itulah aksi penipuan tercium oleh Tim Tipikor.

Terakhir La Pato yang dianggap sebagai saksi kunci menghilang dan tidak diketahui keberadaannya. Di hadapan penyidik, La Pato menguraikan, uang belasan miliar itu diberikan melalui transfer dan tunai. Sistem pencairannya juga mesti menunggu waktu lama untuk mendapatkan uang itu.

“Ternyata keterangan beberapa tersangka selama ini masih belum benar. Dalam pelariannya selama dua tahun ini, La Pato menunggu pengembalian uang dari DD. Dari Rp 11,8 milar itu, DD baru mengembalikan Rp 3 miliar. Dia menunggu itu saja, sambil melakukan aktivitas lain,” jelas Kasubbid PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh, Senin (9/11). Untuk saat ini pihak penyidik masih akan melengkapi berkas pemeriksaan pada tersangka.

Penyidik juga sementara mendalami pihak lain yang diduga juga terlibat dalam kasus itu. Tipikor akan mencari tahu siapa orang-orang yang mendanai La Pato selama dua tahun melarikan diri. Dolfi mengisyaratkan akan ada tersangka baru yang ditetapkan penyidik.

Soal langkah penyidik yang akan mendalami siapa bekingan La Pato selama ini, berkaitan dengan lokasi penginapan tersangka karena ditengarai milik salah seorang pejabat di Muna. “Kami berhasil mengumpulkan data ternyata La Pato sudah menghabiskan uang hampir Rp 1 miliar. Masalahnya di apartemen La Pato dikontrak Rp 40 juta pertahun. Jadi selama dua tahun ini La Pato sudah menghabiskan uang Rp 80 juta. Ditambah lagi kendaraan tersangka jenis Mazda itu berharga ratusan juta. Mengapa demikian karena dugaannya uang itu adalah hasil kejahatan dari korupsi tersebut,” beber Dolfi lagi.

[NEXT-FAJAR]

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya La Pato dijerat pasal tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan korupsi. Sementara itu, La Pato yang diwawancara mengatakan dirinya selama melarikan diri hanya berdiam diri di apartemen. Ia pun hidup dengan mengandalkan uang pribadi dan dana dari DD. “Begitu ji pak, menunggu-menunggu terus. Saya juga sebenarnya tidak tahu bagaimana rencananya itu hari. Katanya saya hanya jadi pengantar saja. Taunya saya jadi tersangka juga dalam kasus ini,” katanya.

Untuk diketahui, La Pato ditangkap pada sebuah perumahan di bilangan Melia Residence, Kecamatan Serpong Utara di Kota Tangerang Selatan, Banten pada Sabtu (7/11) lalu oleh anggota Subdit III Tipikor, Ditreskrimsus Polda Sultra. (b/egy/KP)

Click to comment
To Top