Raja Nusantara Terpukau – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Raja Nusantara Terpukau

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Para raja, ratu dan delegasi kerajaan cukup terpukau melihat pembukaan Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat ASEAN serta Festival Qasidah Nasional 2015. Peresmian dua festival tersebut berlangsung semarak, tadi malam (12/11). Meskipun tanpa kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla, tampilan spektakuler event nasional tetap berlangsung meriah.

Festival Keraton Nusantara dan Festival Qasidah Nasional resmi dibuka oleh Gubernur Sultra, Nur Alam sekira pukul 09.30 Wita. Atraksi tarian kolosal yang dibawakan 700 siswa SMA se-Kota Kendari cukup apik. Tarian dan tata koreografi yang kompak membuat pertunjukan tarian yang bermakna persatuan dan kebersamaan ini membuat para raja, ratu, pangeran dan delegasi kerajaan baik dalam negeri maupun utusan luar negeri begitu terpukau.

Proses penataan panggung membuat kawasan MTQ Square terlihat seperti miniatur kota metropolitan. Apalagi di saat Gubernur Sultra, H Nur Alam yang didampingi istri yang juga anggota DPR RI Asnawati Hasan bersama Ketua Umum DPP Lasqi Hj. Euis Sri Mulyani, Ketua Lasqi DPW Sultra, Hj Masyhura Ilah Ladamay dan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, H Lukman Abunawas memukul beduk tanda dibukanya dua event nasional ini. Letusan kembang api pun seakan memecah gelapnya suasana malam menjadi terang benderang.

Gubernur Sultra, H Nur Alam menyampaikan salam hormat Presiden RI Joko Widodo dan permohonan maaf Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Sejatinya, kata Apuno Mokoleno Tolaki ini, JK yang membuka event ini. Namun berhubung ada tugas negara, JK membatalkan kunjungan ke Kendari. Secara bersamaan, Wapres dijadwalkan akan menerima kunjungan Perdana Menteri Australia.

“Kepada saya, JK menitipkan permohonan maaf pada para peserta  Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat ASEAN serta kontingen Festival Qasidah Nasional termasuk masyarakat Sultra. Pasalnya, beliau tidak jadi membuka kegiatan ini. Padahal sebelumnya, beliau sudah memastikan kehadirannya untuk membuka acara ini,” ungkap Nur Alam saat membawakan sambutannya, tadi malam.

Nur Alam juga mengucapkan selamat datang pada para raja, ratu, sultan, pangeran serta utusan raja se-Nusantara dan mancanegara. Termasuk para kontingen Festival Qasidah Nasional XX tahun 2015. Menurutnya, penunjukan Sultra sebagai tuan rumah merupakan suatu kehormatan. Apalagi event ini cukup langka. Belum tentu kepercayaan ini akan terjadi dua kali. Makanya, pemerintah dan masyarakat bisa mengambil hikmah dalam penyelenggaraan event tersebut. Pemprov Sultra akan berupa menjadi tuan rumah yang baik.

[NEXT-FAJAR]

“Saya berharap dua event ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi utusan kerajaan se-Nusantara dan mancanegara. Meskipun dengan berbagai latar belakang tradisi yang berbeda, namun diharapkan tak menjadi halangan menyinergikan dan mempersatukan rasa kebersamaan. Sementara bagi kontingen Lasqi yang akan berkompetisi, bisa menjaga spotifitas. Dewan juri harus tetap memberi penilain yang objektif dalam setiap lomba. Saya ingin para pemenang adalah mereka yang memang pantas menjadi juara,” pesan Ketua DPW PAN Sultra ini.

Pada kesempatan itu, pasangan HM Saleh Lasata ini mengundang para utusan kerajaan dan kontingen Lasqi untuk menghadiri jamuan makan malam yang akan dilangsungkan di Pulau Bokori, hari ini. Melalui festival masakan kuliner, gubernur dua periode ini sekaligus akan memperkenalkan destinasi wisata baru Sultra. Apalagi pulau ini akan dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata nasional bahkan mancanegara.

Ketua Panitia Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat ASEAN X 2015 sekaligus Ketua Panitia Festival Qasidah Nasional XX 2015, Lukman Abunawas mengatakan, pihaknya berharap kirab budaya, pagelaran seni dan Lasqi mampu memciptakan kebersamaan. Tidak hanya melalui adat namun juga sara’ (agama). Sekda Sultra itu juga mengucapkan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan event ini ada hal yang tidak berkenan yang dirasakan para undangan. Hal itu merupakan kehilafan pemerintah dan panitia.

“Bila ada tamu dan undangan maupun kontingen yang merasa tidak puas, kami mengucapkan seribu maaf. Sebab itu bukan kesengajaan. Tak gading yang tak retak,” ujarnya. (mal/KP/b)

loading...
Click to comment
To Top