Sumpah di Atas Alquran, Perawan Mahasiswi Direnggut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Sumpah di Atas Alquran, Perawan Mahasiswi Direnggut

FAJAR.CO.ID, LIMPALUH KOTA – Ulah Marlis (24) benar-benar keterlaluan. Mengaku sebagai polisi, pemuda penganguran berwajah kumal itu berhasil merenggut perawan seorang mahasiswi asal Bukittinggi. Parahnya lagi, untuk meyakinkan pacarnya, Marlis nekat pula bersumpah di atas Alquran. Benar-benar kualat warga Bancah, Batu Balang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ini.

Tidak sekali, Marlis yang menyebut sebagai bintara polisi yang berdinas di Polres Payakumbuh, berkali-kali mereguk nikmatnya tubuh Luna (17) – nama samara –. Aksi bejat itu dilakukan di berbagai tempat. Mulai di lokasi sepi, kamar, hingga di atas mobil, yang diparkir di pinggir jalan. Satu minggu, Marlis tak pernah bosan meminta Luna melayani nafsunya.

“Pengakuannya begitu. Marlis, polisi gadungan yang sebenarnya hanya pengangguran berkali-kali meminta hubungan badan dengan Luna, pacarnya tersebut. Luna yang tahunya Marlis seorang polisi, mau saja menurutinya. Seminggu lamanya, mereka berdua,” kata Kasatreskrim, Polres Bukittinggi AKP Albert Zai, Rabu (11/10).

Namun, sepandainya menyimpan rahasia, penyamaran Marlis sebagai polisi terkuak saja. Keluarga Luna akhirnya tahu kalau Marlis hanya seorang pengangguran dan melaporkannya ke Polres Bukittinggi. Kini, Marlis sudah merasakan dinginnya jeruji besi dan berhadapan langsung dengan polisi asli.

Dijelaskan AKP Albert Zai, Luna terperdaya dan rela memberikan kehormatannya kepada tersangka karena status polisi yang melekat padanya. “Rupanya itu tipuan. Lalu, tersangka sendiri diantarkan oleh keluarga korbannya ke Polres Bukittinggi, karena sudah terbukti membawa lari anak gadis orang selama beberapa hari. Tersangka yang terkesan kumal mengakui semua perbuatannya,” ucap Kasatreskrim.

Sesuai pengakuan tersangka pada penyidik Polres Bukittinggi, sekitar seminggu yang lalu, dia berkenalan dengan Luna di kampus tempat sang gadis kuliah. Dengan menggunakan mobil rental milik seorang polisi, tersangka nekat mengajak Luna raun-raun. Ketika berada di atas mobil tersebut, Luna melihat ada rompi dan menanyakan pada tersangka apakah dia seorang polisi. “Kepalang basah, dia mengakui seorang polisi yang bertugas di Polres Payakumbuh,” ungkap AKP Albert.

Hampir setiap hari, tersangka menjemput Luna ke kampusnya dan hubungan mereka memang semakin akrab, bahkan tersangka mengaku bersedia akan menikahi korban. Dengan janji dan meyakinkan korban, tersangka masih mengaku seorang polisi, akhirnya korban rela memberikan semuanya pada tersangka.

“Setidaknya, sekitar seminggu terakhir sudah lima kali berhubungan suami isteri yang dilakukan di atas mobil Avanza yang dirental tersangka dengan tempat berbeda-beda atas dasar suka sama suka,” sebut sang Kasat.

Bahkan, tersangka juga berniat akan membawa kabur Luna ke Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota tempat kakak tersangka, karena mendengar korban akan dibawa pindah oleh bapaknya ke daerah asalnya di Aceh. Terlena dengan hubungan bebas tersebut, sehingga Luna jarang pulang. “Parahnya lagi, untuk meyakinkan korban, tersangka juga pernah bersumpah di atas Alquran kalau dia akan segera menikahi korban,” sebut Kasatreskrim.

Akibat anaknya jarang pulang, akhirnya orangtua Luna melaporka kejadian itu ke Polres Payakumbuh dan akhirnya pada Rabu (11/11) sekitar pukul 09.00 WIB, tersangka berhasil diamankan oleh keluarga korban dibantu paman tersangka sendiri yang selanjutnya diserahkan ken Polres Bukittinggi. “Untuk sementara kita masih amankan tersangka untuk dimintai keterangan. Akibat perbuatannya ini, tersangka kita jerat dengan pasal 332 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, karena terbukti melarikan anak dibawah umur,” tutur Albert Zai.

Kini, Marlis kena getahnya. Ulahnya mengaku sebagai polisi membawa badannya ke dalam kurungan. Tak ada perkataan maaf, Marlis dipastikan akan lama di penjara. (wan/JPG)

loading...
Click to comment
To Top