Tidak Taat Putusan DPP, Sanksi Menanti Kader Golkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Tidak Taat Putusan DPP, Sanksi Menanti Kader Golkar

FAJAR.CO.ID, BONTANG — Langkah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar yang mengalihkan dukungan ke pasangan nomor urut 1 beberapa waktu lalu ditanggapi DPP Partai Golkar. Menurut DPP, pengalihan tersebut tidak dibenarkan. Bahkan, melanggar ketentuan organisasi. Sanksi menanti bagi kader yang tidak taat.

Penegasan DPP Partai Golkar tersebut tertuang dalam surat bernomor: B-123/GOLKAR/X/2015 tertanggal 31 Oktober 2015. Surat tersebut ditujukan kepada DPD Partai Golkar Kalimantan Timur dengan perihal penjelasan DPP Partai Golkar.

(Baca: Warga Bontang Tolak Pemimpin Pembohong, Korup, dan Nepotisme)

(Baca: Bontang Butuh pemimpin Peduli)

(Baca: Besar Peluang Menang, Golkar hanya Dukung Neni-Basri)

“Sesuai ketentuan organisasi yang berlaku, penetapan pasangan calon yang diusung dan/atau didukung Partai Golkar diputuskan oleh DPP Partai Golkar, bukan DPD. Dan apabila tidak diindahkan maka DPP Partai Golkar akan memberikan sanksi organisasi sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas DPP dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan Sekjen, Idrus Marham tersebut.

[NEXT-FAJAR]

 

Keputusan DPP Partai Golkar ini sebenarnya tidak main-main. Terbukti, atas pelanggaran yang dilakukan Andi Harun yang mengalihkan dukungan dan melawan keputusan DPP, sanksi tegas sudah dijatuhkan. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan dipecat dan diberhentikan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bontang dan diberhentikan keanggotannya.

Ironisnya, menurut sesepuh Partai Golkar Bontang, H Umar A Tanata dalam jumpa pers di Bontang Kuring, Kamis 12 November 2015, justru Andi Harun yang sudah dipecat, bertindak sewenang-wenang memecat kader Partai Golkar Bontang yang taat menjalankan keputusan DPP.

(Baca: Sesepuh “Golkar” Bontang Turun Gunung)

(Baca: Tukang Jahit Komit Dukung Nebas)

(Baca: Soal Pengangguran, Ini Solusi Bunda Neni)

“Herannya, justru kader yang menjalankan keputusan DPP mendukung Neni Sofyan Hasdam di Pilkada justru dipecat. Pemecatannya juga tidak melalui mekanisme organisasi dan persuratan. Hanya melalui lisan saja,” ungkapnya.

 

[NEXT-FAJAR]

Oleh karena itu, para sesepuh Partai Golkar merasa terpanggil turun menyelamatkan Partai Golkar. Para kader ini harus diingatkan untuk taat menjalankan keputusan DPP.  “Kami juga meminta DPP mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada seluruh kader Partai Golkar Bontang, baik yang duduk di kepengurusan, maupun kader fungsional, serta duduk di legislative yang selama ini terang-terangan menentang dan tidak mengindahkan keputusan DPP Partai Golkar tersebut,” tegasnya. (rls/ysd)

loading...
Click to comment
To Top