50 Persen Puskesmas Dilengkapi Rawat Inap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

50 Persen Puskesmas Dilengkapi Rawat Inap

KUDUS, RAJA– Setelah memiliki 10 puskesmas dilengkapi ruang rawat dari 19 puskesmas yang ada, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mulai menyiapkan untuk naikan kelas menjadi BLUD ( Badan layanan usaha daerah). 10 puskesmas itu yakni Puskesmas Jekulo, Tanjungrejo, Dawe, Rejosari, Gribig, Sidorekso, Kaliwungu, Undaan, Jepang, dan Mejobo.

“Sumber daya manusia (SDM) di masing-masing puskesmas saat ini dianggap sudah siap karena sebelumnya juga mendapat bimbingan teknis,” terang Kepala DKK Kudus Maryata, kemarin.

Menurut Maryata, perubahan status puskesmas menjadi BLUD dilakukan berdasarkan skala prioritas, khususnya terhadap puskesmas yang sudah memenuhi persyaratan. Meski pun demikian, dia menargetkan pada 2016 semua puskesmas di Kudus harus sudah berstatus BLUD.

Rencananya, puskesmas yang diajukan untuk menjadi BLUD itu akan dinilai oleh tim penilai.

Apabila dianggap memenuhi syarat, maka puskesmas terkait akan direkomendasikan kepada Bupati Kudus untuk mendapatkan persetujuan.

Kemudian Bupati Kudus akan menerbitkan surat keputusan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sebelum ada keputusan untuk mengubah statusnya menjadi BLUD, lebih dahulu dilakukan kajian soal kelayakan 19 puskesmas yang ada di Kudus, termasuk ketersediaan SDM. Hal ini menyangkut pelayanan terhadap masyarakat serta kemampuan dalam tata kelolanya.

Untuk menjadi BLUD, selain dukungan sarana dan prasarana yang memadai, juga dituntut mampu membuat rencana strategi bisnis, tata kelola, dan sanggup diaudit. Beberapa waktu lalu, personel masing-masing puskesmas di Kudus juga mendapat pendampingan dari BPKP untuk menyiapkan administrasinya.

Masing-masing petugas di puskesmas juga mengikuti pelatihan manajemen administrasi karena nanti segala sesuatunya dipenuhi secara mandiri, termasuk kemungkinan menambah tenaga kesehatan.

“Hasil kajian, semua puskesmas memang akan diubah statusnya menjadi BLUD,” terangnya.

Terkait dengan sarana dan prasarana yang ada, saat ini dinilai cukup memadai karena beberapa puskesmas juga melayani rawat inap. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, jumlah dokter di daerah itu tercatat 78 orang. Tiga di antaranya menjadi pegawai struktural di Dinkes, 10 orang di puskesmas, dan 65 orang sebagai pegawai fungsional.

Jumlah dokter di masing-masing puskesmas saat ini tercatat dua orang, sedangkan idealnya empat dokter. Meskipun jumlah dokter terbatas, mereka dioptimalkan dengan meminta dokter harus siap dipanggil setiap dibutuhkan karena untuk bertugas selama 24 jam di puskesmas tidak memungkinkan. (sf)

To Top