Ini Besaran Gaji yang Diterima dr Andra – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Ini Besaran Gaji yang Diterima dr Andra

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin menyampaikan beberapa usulan mengenai internship, setelah meninggalnya dokter Dionisius Giri Samudra, yang sedang mengikuti program internship di Kepulauan Aru, Maluku.

Pertama, terkait pembekalan dokter sebelum internship ke daerah. Menurut Zaenal, selama ini pembekalan dari pusat tidak dilakukan. Pembekalan ini bertujuan agar dokter tahu kondisi di daerah bakal tempat mengabdinya selama satu tahun ke depan.

Kemudian, terkait masa tunggu dokter untuk menempuh internship sebagai syarat praktek mandiri. IDI menyarankan agar fasilitas kesehatan untuk magang tak hanya di rumah sakit atau fasilitas kesehatan milik pemerintah saja. Sehingga, waiting list mereka tidak akan mengular hingga beratus-ratus antrian.

Selain itu, masalah gaji bagi para internship juga diminta untuk dinaikkan. Menurutnya, angka 2,5 juta tidak mumpuni apalagi untuk dokter yang berada di daerah terpencil.

[baca juga: Menkes: Sebelumnya, Saya Minta Maaf!]

[baca juga: IDI Kecewa dengan Pernyataan Menkes]

[baca juga: Sebelum Pergi dr Andra Sempat Tidur dengan Sang Ibu]

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan PPSDM Kemenkes Usman Sumantri menuturkan, beberapa hal telah menjadi kajian oleh pihaknya dan terealisasi tahun depan. Tentang pembekalan oleh pusat misalnya.

“Jadi memang sudah dibicarakan. Kami menyusun anggaran tahun ini dan baru dapat digunakan tahun depan. Mereka akan kita bekali tentang kondisi di lapangan. Pembekalan selama satu minggu,” jelas Usman.

Dia turut menyinggung soal gaji bagi dokter internship. Menurutnya, meski itu bukan gaji tapi bantuan biaya hidup, pihaknya juga berniat menaikkan angka tersebut. Rencananya, bantuan sebesar Rp 2,5 juta per bulan itu akan naik hingga kisaran Rp 3,5 sampai 4 juta per bulan. “Tahun lalu hanya Rp 1,2 juta. Ini sudah kita rencanakan,” paparnya.

Jumlah tersebut, lanjut dia, sejatinya bukan satu-satunya pendapatan yang diterima oleh para dokter internship. Menurutnya, mereka masih mendapatkan insentif dari daerah dan jumlahnya tidak bisa dibilang rendah.

[NEXT-FAJAR]

Di Riau misalnya, dokter internship mendapat intensif dari pemerintah daerah hingga Rp 5 juta sementara di Dobo Rp 6 juta. “Memang tidak semua segitu, tapi sebagian besar tidak jauh dari angka itu,” katanya.

Terkait waiting list dokter untuk magang yang cukup panjang, Usman tidak menampiknya. Dia mengakui, antrian memang pernah cukup panjang sejak 2014 lalu. Hal itu disebabkan adanya ketidakharmonisan sejumlah pihak di dunia kesehatan sehingga membuat antrian dokter mengular.

[baca juga: Meski Sakit, dr Andra Tetap Ingin Bertugas]

[baca juga: Ini Dugaan Penyakit yang Diderita Dokter Andra]

Tapi, itu juga bukan satu-satunya alasan. Lamanya masa tunggu dokter untuk menerima ijazah ketika barau lulus juga berkontribusi besar atas masa tunggu ini. “Sudah kita komunikasikan dengan Kemenristek Dikti. Mereka berjanji akan ada perbaikan. Saat ini waiting list pun semakin berkurang. Ada 500 sekarang,” paparnya.

[baca juga: Begini Proses Pemulangan Jenazah dr Andra, Sempat Mengarungi Lautan 7 Jam Lebih]

[baca juga: Kisah Dokter Muda yang Meninggal Saat Mengabdi di Daerah Tepencil]

[baca juga: Detik-Detik Meninggalnya Dokter Muda dalam Pengabdiannya di Daerah Terpencil]

Sementara itu, menyoal pelibatan pihak swasta dalam program internship, Usman menegaskan bahwa hal itu sudah dilakukan. Hanya saja, tidak seluruh RS swasta atau klinik pratama memenuhi syarat yang harus dipenuhi.

“Karena kami, melalui komite internship dokter Indoensia (Kidi), selalu survey dulu lokasinya. Tidak mungkin dokter internship ditempatkan di lokasi seperti PTT atau Nusantara Sehat. Mereka kan masih dalam tahap pemahiran,” jelasnya. (mia/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top