Mencicipi Lezatnya Kuliner Kesukaan Ratu Kalinyamat di Jepara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Mencicipi Lezatnya Kuliner Kesukaan Ratu Kalinyamat di Jepara

JEPARA – Jepara, selain memiliki berbagai tempat wisata yang menarik dan terkenal dengan ukirnya, ternyata juga memiliki banyak makanan khas yang patut untuk dicicipi. Salah satunya adalah Pindang Serani.

Hidangan serupa sup ikan dengan kaya citarasa membuat makanan khas Jepara yang satu ini terus diminati semua kalangan. Bahkan, konon dulunya kuliner ini sangat diminati Ratu Kalinyamat.
“Dari pejabat, turis, guru, hingga para artis semua suka pindang serani. Tak kalah ketinggalan masyarakat biasa juga menyukainya,” kata Aspiyah (45) pemilik Rumah Makan Pondok Bambu Samadiyo yang berada di Jalan AE Suryani 55, Bulu, Jepara.
Letak rumah makan tersebut tidak jauh dari pintu masuk Pantai Kartini. Bersama suami Suroso (49), Aspiyah menjadi nyaman menjajakan Pindang Serani lebih dari sepuluh tahun lalu itu kian laris diburu para pembeli.
“Sejak awal jualan pindang serani Cuma berdua itu super laris hingga sekarang, itu kalau sini (Pondok Bambu Samadiyo) lho mas, masak lagi habis lagi, masak lagi habis lagi sampai terus sampai tidak bisa ngitungnya dan sekarang dibantu 11 karyawan,” terangnya.
Aspiyah yang sempat jadi koki andalan selama 10 di restoran milik orang Australia dan Itali itu, kemudian memutuskan menjual Pindang Serani di Rumah Makannya dari pekerjaannya yang sudah meroket di kota manca kala itu.
Adapun pelanggan yang paling banyak justru datang dari luar kota Jepara, biasanya mereka kebanyakan penasaran dengan rasanya pindang serani. “Setelah di coba itu (pindang serani) pedes, enak, kempringet, rasanae maknyus itu kata mereka lho kalau saya sih biasa karena sudah terbiasa makan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Sedangkan pelanggan yang sering singgah ditempatnya sehari-hari paling banyak dari Polres, Samsat, Perpajakan, Guru-guru, pegawai bank, dan Pejabat. “Kalau dari luar ada dari Jakarta, Solo, Semarang, Kudus. Mereka biasnya datang ke sini sebulan sekali, tapi kalau dari kudus ya seminggu sekali,” paparnya.
Ia bahkan menyebut bahwa beberapa artis seperti Ayu ting-ting, Saiful Jamil, hingga Lidya Kandau juga sempat bersinggah ketempatnya. Tak hanya itu, Bupati Jepara pun sering datang ketempatnya untuk makan siang.
“Baik ketika pak Hendro maupun pak Marzuqi. Pak Marzuqi pas nyalon malah sering kesini. Pak Mabes juga sering. Dan komentar mereka ya enak dan suka. Pasti mereka kesini semua pasti makan pakai pindang serani,” jelasnya.
Bahkan dirinya sempat diberi pesan oleh mantan dan bupati sekarang untuk terus melestarikan makanan khas Jepara tersebut. “Pak bupati baik pak Herdro dan pak Marzuqi, bilang pada saya, Tolong diperbaiki dan diuri-uri sampai nenek-nenek lagi ya. Terus jawab saya ya pak, dan anak saya juga saya suruh untuk jualan pindang serani,” ceritanya.
Selain dalam negeri, pindang serani buatannya juga membuat para turis ketagihan dan juga sering berkunjung saat singgah ke Jepara. “Kalau turis londo itu tidak suka pedas jadi tidak makai cabe. Kalau yang suka itu orang Malaysia yang hoby makan pindang serani ini kebanyakan dengan selera pedas,” ujarnya.
Untuk menghasilkan pindang serani yang enak Aspiyah menggunakan ikan Kakap Putih, dan yang paling enak dengan ikan Pati Koli. “Khasnya ditempat kami ikannya diambil dari laut langsung sehingga ikannya benar-benar segar dan lebih enak. Sedang bumbunya terdiri kunyit, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, garam, gula jawa, gula pasir, asem, serai, tomat, jahe kemudian diblender baru digongso lalu ditambah jeruk nipis agar hilang aroma amis ikannya. micin sedikit aja ndak usah banyak micin, dan ndak makai salam, laos,” bebernya.
Agar semakin nikmat khas Rumah Makan tersebut sengaja menyediakan minuman yang cocok untuk mendampingi menu pindang tersebut, berupa kelapa muda utuh. “Setelah berkeringat menikmati pedasnya pindang serani, es degan (kelapa muda) menjadi penawar pedas yang segar,” lanjutnya.
Ia melihat prospek pindang serasi kedepan cukup bagus. “Karena makanan khas jepara ini terus dicari orang makanya nanti disini akan kasih papan nama yang lebih gede lagi dengan tulisan makanan khas pindang serani Jepara. Karena pindang serani khas Jepara kenapa saya tidak sambil jualan dan sambil melestarikannya,” tegasnya.
Aspiyah memiliki keinginan untuk membikin cabang baru. Namun ditempatnya kini terlalu ramai jadi keinginannya tersebut ditangguhkan. RM miliknya juga sudah diperluas menjadi 125 meter menjorok hingga tepi laut. “Saya sudah kuwalahan, meskipun ada keinginan buka cabang, cukup disini saja, karena bumbunya harus saya racik sendiri,” keluhnya.
Menurut cerita yang diingatnya Pindang Serani tersebut sudah ada sejak masa kecilnya Ratu Kalinyamat. “Ketika itu Ratu Kalinyamat dimasakin pindang serani terus merasa enak kemudian minta terus, gitu ceritanya ibu saya dan nenek saya, yang sampai sekarang resep bumbunya sudah diwariskan hingga saya,” tukasnya memaparkan sejarah pindang serani.
Sementara itu, dalam memikat pelanggan, dirinya memiliki dua tips agar pelanggnya merasa puas dan nyaman berkunjung ketempatnya. “Yang Pertama Ramah tamah sama tamu, mempersilahkan dengan baik . dan yang kedua korting. Dan lebih penting kualitas dijaga dengan baik,” akunya diselingi tawa. (nr)

loading...
Click to comment
To Top