Sejumlah Proyek Fisik Senilai Rp58,2 Miliar di Salatiga Batal Dilaksanakan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Sejumlah Proyek Fisik Senilai Rp58,2 Miliar di Salatiga Batal Dilaksanakan

SALATIGA – Puluhan paket pekerjaan proyek fisik di Kota Salatiga yang ditelah ditetapkan pada APBD Kota Salatiga tahun 2015 senilai Rp58,293 miliar ternyata hingga kini batal dilaksanakan. Bahkan, rencananya sejumlah 34 proyek itu di tahun 2016 dianggarkan kembali.

Proyek-peoyek yang batal dilaksanakan diantaranya pembangunan Gedung Setda Kota Salatiga senilai Rp23 miliar. Gedung ini telah dibongkar sejak tiga tahun lalu, kini telah rata kembali dengan tanah dan kesannya mangkrak. Pembangunan wisata kuliner di eks Terminal Soka senilai Rp9,828 miliar, pembangunan gedung rehabilitasi dampak rokok senilai Rp3,188 miliar, pembangunan jalan usaha tani di Blotongan senilai Rp966 juta dan pembangunan lapangan Klumpit Kecamatan Tingkir, Rp1,085 miliar.
Pembangunan dengan nilai anggaran besar lainnya adalah pembangunan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rp12,238 miliar, pembangunan UGB PAUD terpadu senilai Rp318,275 juta maupun pembangunan Pasar Andong senilai Rp1,7 miliar.
Kabag Humas Pemkot Salatiga Adi Setiarso SE mengatakan, bahwa puluhan proyek itu batal dilaksanakan karena waktu yang telah ditagihkan terlalu pendek sehingga tidak cukup untuk kalender proyek. Alasan lain, karena gagal dalam proses pelelangan dan batal ditenderkan.
“Sebanyak 21 paket proyek telah gagal lelang dan untuk yang batal ditenderkan ada lima paket. Delapan paket gagal dilaksanakan disebabkan dokumennya belum diserahkan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan) barang dan jasa Pemkot Salatiga. Sehingga, gagal ditenderkan,” jelas Adi Setiarso kepada wartawan, Jumat (13/11).
Ditambahkan, proyek-proyek yang batal dilaksanakan tahun 2015, ada di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) sebanyak 11 paket, Disdikpora ada 4 paket, Dinas Pertanian ada 5 paket, Dinas Kesehatan (Dinkes), Bappermas, Bappeda serta Dinas Bina Marga dan PSDA. Terkait dengan serapan anggaran 2015 telah berjalan 49 persen.
Sementara, anggota Komisi C DPRD Kota Salatiga, Suniprat mengatakan, dengan banyaknya proyek fisik yang atal dilaksanakan, harusnya dinas teknis melakukan langkah cepat setelah ditetapkannya anggaran. Sehingga, kegiatan fisik yang sudah terencana dan dianggarakan di APBD dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.
“Dengan banyaknya kegiatan fisik yang tidak terlaksana, akhirnya serapan anggarannya rendah,” tandas politisi PDI Perjuangan. (hes)

To Top